Surabi Sunda Salah Satu alternatif Kuliner di Bandung
- 28 Jul 2026 12:45 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Surabi adalah jajanan pasar tradisional Sunda yang dimasak dengan cetakan atau wajan tanah liat di atas tungku, menghasilkan tekstur lembut dan cita rasa yang khas.
- Surabi disajikan dalam dua varian utama yaitu manis dengan kinca (gula merah cair) dan asin gurih dengan tambahan oncom.
- Surabi atau serabi diyakini berasal dari Pulau Jawa, terutama wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, dengan perbedaan istilah yang dipengaruhi oleh dialek lokal.
RRI.CO.ID, Bandung- Surabi merupakan salah satu jajanan pasar tradisional sunda yang terkenal dengan rasa dan teksturnya yang lembut dan khas. Dimasak dengan cetakan atau wajan tanah liat di atas tungku. Secara tradisional, surabi disajikan dalam dua varian, yaitu manis dengan kinca (gula merah cair) dan asin gurih dengan tambahan oncom.
Serabi atau surabi diyakini berasal dari Pulau Jawa, terutama wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di beberapa daerah, serabi dikenal dengan sebutan surabi. Perbedaan istilah ini dipengaruhi oleh dialek lokal, namun secara konsep dan bahan dasar tetap sama.
Konon, kuliner tradisi Jawa Barat tersebut sudah ada sejak 1923. Dalam sejarahnya, surabi berasal dari bahasa sunda yaitu “sura” yang artinya besar. Meski zaman sudah modern, cara memasak serabi tidak pernah berubah. Surabi dimasak dengan menggunakan tungku dan wadah yang terbuat dari tanah liat. Penjual serabi Bandung juga masih menggunakan bara api dari kayu yang dibakar untuk memasak
Ciri Khas dan Jenis Serabi Sunda
- Serabi Kinca (Manis): Adonan tepung beras dan santan polos atau pandan, dimakan bersama kuah kinca gula merah yang manis legit.
- Serabi Oncom (Asin): Diberi topping tumis oncom pedas di atasnya, sangat pas untuk sarapan pagi hari.
- Diera kekinian, surabi dimodifikasi dengan varian berbagai toping seperti: keju, sosis, telor, mayones, susu kental manis.
Bahan dasar untuk membuat serabi adalah tepung beras, santan kelapa, dan garam untuk menambah aroma wangi ditambah daun pandan atau vanili. Kue ini memiliki tekstur yang empuk dan rasanya manis.
Serabi biasanya dijajakan di pagi hari dan sore hari seperti yang diutarakan “Asep” salah seorang penjual surabi yang membuka usaha ini sejak 14 tahun lalu, berjualan hampir setiap hari mulai pukul 17.00 hingga pukul 23.00, berjualan hampir setiap hari sedangkan waktu libur tidak menentu. Harga surabi yang ia jual relatif terjangkau tergantung jenis atau variannya. Ditanya mengenai berapa pendapatan yang diperoleh? “Asep” mengungkapkan bahwa dengan usahanya ini Alhamdulillah mampu menghidupi keluarga bahkan dapat membiayai sekolah anak, ungkapnya.
Nah, bagi yang hobi kuliner di bandung dan penasaran ingin mencoba rasa serta aroma kue surabi sunda, ini salah satu alternatifnya "Surabi Asep" jalan mohamad toha bandung dekat kantor BPK Jabar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....