MoU Bumi Aki Heritage dan Disbudpar Jabar Angkat Kuliner Sunda Mendunia

  • 01 Mei 2026 21:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Jawa Barat meneguhkan komitmen menjadikan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata kelas dunia. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bumi Aki Heritage, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar, dengan disaksikan langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menjadi langkah konkret promosi gastronomi terintegrasi berbasis potensi lokal.

CEO Bumi Aki Heritage, Anisha Desiliana Resti, mengatakan kuliner Sunda memiliki kekayaan rasa dan cerita yang belum sepenuhnya tampil di panggung internasional.

“Di bandara dunia kita melihat sushi atau nasi lemak. Padahal Sunda punya seblak, empal gentong, karedok. Kami ingin mengangkatnya, bukan sekadar populer, tapi juga bernilai gizi dan diterima global,” ujarnya. Jumat 1 April 2026 malam.

Bumi Aki Heritage, terus berkomitmen dalam mempromosikan kuliner Sunda ke mata dunia, dan itu mampu di wujudkan dengan menarik wisatawan dari Malaysia, India, Singapura, hingga Jepang. Kolaborasi dengan travel agent memperluas pasar, termasuk wisatawan golf asal Jepang dan Korea yang mulai mengenal cita rasa lokal.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Iendra Sofyan, menegaskan gastronomi bukan hanya soal makanan, melainkan pengalaman budaya. Hal itupun jelas saja menambah nilai jual dari warisan kuliner yang kaya di Jawa Barat jika mampu di optimalkan.

“Wisatawan harus merasakan cerita, bentuk, rasa, hingga cara memasak. Lima pancaindra harus terangsang. Itulah sensasi yang menjadikan kuliner bukan sekadar konsumsi, tapi tuntunan budaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah menyiapkan regulasi dan program sosialisasi agar pelaku usaha dan UMKM mampu beradaptasi. Gastronomi menuntut perubahan paradigma dari sekadar industri pendapatan menjadi pengalaman yang memuaskan konsumen.

Hal senada di ungkapkan, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI, Rizky Handayani Mustafa. Ia mengatakan, gastronomi adalah program prioritas Kementerian oleh sebab itu pihaknya sangat menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Bumi Aki Heritage dan di harapkan hal ini juga mampu di ikuti oleh pengusaha kuliner lainnya di Jawa Barat bahkan di Indonesia.

“Kita dorong tour operator membuat paket wisata kuliner. Pagi ngopi khas Sunda, siang bubur aki, sore kudapan lokal, malam makan empal gentong. Lifestyle anak muda bisa dikemas dengan karakter Jawa Barat yang gurih dan penuh cerita,” katanya.

Rizky menekankan pentingnya storytelling dalam menu. Setiap hidangan harus disertai narasi asal-usul, bahan, dan filosofi. Dengan begitu, kuliner Sunda tidak hanya disantap, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari identitas budaya.

Jawa Barat memiliki ragam kuliner dari Cirebon, Garut, hingga Bandung. Namun, tantangan terbesar adalah memilih prioritas agar tidak membingungkan pasar internasional.

“Kalau sate ayam orang kenal Madura, sate kambing identik dengan Tegal. Maka Jawa Barat harus menonjolkan sate Marangi sebagai ikon. Kita harus selektif agar kuliner Sunda punya posisi jelas di mata dunia,” tambah Rizky.

MoU ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kuliner Jawa Barat untuk tampil sebagai destinasi gastronomi unggulan. Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kuliner Sunda tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga berevolusi menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....