Kue Pukis Tetap jadi Favorit Warga

  • 20 Mar 2026 07:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kue pukis, jajanan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat, tetap menjadi salah satu camilan favorit warga Kota Bandung. Meski zaman terus berkembang dan berbagai kuliner modern bermunculan, eksistensi kue pukis tidak pernah pudar. Justru, di momen tertentu seperti bulan Ramadan, jajanan ini semakin diburu pembeli.

Kue pukis dikenal dengan teksturnya yang lembut, rasa manis yang pas, serta aroma khas yang menggoda selera. Varian rasanya pun beragam, mulai dari keju hingga cokelat yang menjadi favorit banyak orang.

Perpaduan adonan yang empuk dengan taburan keju parut atau meses cokelat di atasnya membuat camilan ini sulit untuk ditolak. Dengan harga yang terjangkau, kue pukis menjadi pilihan tepat sebagai teman bersantai. Hanya dengan Rp12.000, pembeli sudah bisa mendapatkan satu porsi berisi delapan potong kue pukis dengan varian rasa sesuai selera, baik keju maupun cokelat.

Harga yang ramah di kantong inilah yang membuat jajanan tradisional ini tetap diminati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Salah seorang pembeli, Ema, mengaku sudah lama menyukai kue pukis. Menurutnya, cita rasa manis dan legitnya sangat pas di lidah.

“Saya suka kue pukis karena rasanya manis dan legit. Apalagi kalau ditaburi cokelat dan keju, rasanya benar-benar menggetarkan lidah,” ujar Ema saat ditemui, Jumat 20 Maret 2026.

Suasana berbeda terasa saat bulan Ramadhan tiba. Para pedagang kue pukis di sejumlah sudut kota tampak kebanjiran pembeli. Sejak sore hari, antrean mulai terlihat di depan lapak-lapak sederhana yang menjajakan kue pukis hangat langsung dari cetakannya.

Pembeli datang silih berganti, memesan varian keju, cokelat, bahkan memadukan keduanya dalam satu porsi. Aroma harum adonan yang sedang dipanggang semakin menambah selera, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Tak heran jika banyak warga memilih kue pukis sebagai menu takjil sederhana namun istimewa. Disajikan bersama secangkir teh hangat atau kopi, suasana berbuka pun terasa semakin lengkap dan “abdol”.

Keberadaan kue pukis di tengah maraknya kuliner kekinian membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Selain rasanya yang khas, kue pukis juga menyimpan nilai nostalgia, mengingatkan banyak orang pada masa kecil dan suasana jajanan pasar tempo dulu.

Dengan harga terjangkau, rasa yang konsisten, serta daya tarik tradisional yang kuat, kue pukis dipastikan akan terus menjadi primadona camilan warga Kota Bandung, khususnya di momen-momen spesial seperti bulan suci Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....