Ranginang Rangining Rangenung kerupuk unik citarasa tradisional

  • 18 Mar 2026 12:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Keberadaan kerupuk khas dengan nama-nama unik seperti ranginang, rangening, rangenung bukan hanya sekadar pelengkap hidangan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang patut dijaga dan dilestarikan. Setiap Hari Raya idul Fitri ragam kerupuk tradisional ini tidak pernah absen ditengah maraknya kue kue kering.

Meski identik dengan momen Lebaran, makanan ini ternyata juga banyak diminati untuk berbagai acara lainnya seperti hajatan dan syukuran.

Kerupuk-kerupuk unik ini umumnya diproduksi oleh pelaku usaha rumahan yang mayoritas dikelola oleh ibu-ibu. Dengan bahan dasar sederhana seperti beras ketan, bumbu rempah, dan proses pengeringan alami, produk ini mampu menghadirkan rasa gurih yang khas serta tekstur renyah yang disukai berbagai kalangan.

Di salah satu sentra produksi rumahan, Ibu Heni Rohaeni menjadi salah satu pelaku usaha yang konsisten menjaga kualitas produknya. Ia mengaku permintaan kerupuk buatannya tidak hanya meningkat saat Lebaran, tetapi juga stabil sepanjang tahun.

“Biasanya memang paling ramai saat menjelang Lebaran, tapi di luar itu juga banyak pesanan untuk acara hajatan. Kerupuk seperti ranginang, rangening, rangenung, parered, genar dan chigu ini sudah jadi sajian wajib buat tamu,” ujar Heni saat ditemui langsung dirumah produksinya di banjaran rabu 18 maret 2026

Keunikan nama dan bentuk menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Selain itu, proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional membuat cita rasa kerupuk ini tetap autentik dan berbeda dari produk pabrikan.

Dari sisi harga, kerupuk khas ini tergolong ramah di kantong. Dengan harga yang ekonomis,kita dapat menyajikan camilan berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Hal ini pula yang membuat kerupuk tradisional tetap bertahan di tengah banyaknya makanan modern.

Heni berharap usaha yang dijalankannya bersama ibu-ibu lain dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas. “Kami ingin kerupuk tradisional ini tetap lestari dan bisa dinikmati oleh generasi berikutnya,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....