Tergerus Modernisasi, Ini Kuliner Tradisional yang Hampir Punah
- 27 Feb 2026 10:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung : Sejumlah makanan tradisional Indonesia kini dikabarkan hampir punah karena tergerus modernisasi dan perubahan selera generasi muda. Minimnya regenerasi pembuat serta kalah bersaing dengan kuliner kekinian membuat hidangan-hidangan lawas ini semakin jarang ditemui.
Salah satu yang mulai sulit ditemukan adalah Gatot, olahan singkong kering berwarna kehitaman khas Jawa. Makanan ini dulu populer sebagai camilan sekaligus pengganti nasi, namun kini hanya dijumpai di pasar tradisional tertentu.
Di Sumatera Barat, Sala Lauak juga disebut-sebut mulai jarang diproduksi di luar daerah asalnya. Kudapan berbahan tepung beras dan ikan asin ini dulunya mudah ditemukan di pasar pagi, tetapi kini kalah populer dibanding gorengan modern.
Sementara itu, masyarakat Betawi mengenal Sayur Babanci yang hanya muncul pada acara adat tertentu. Kompleksitas bumbu dan bahan membuat hidangan ini semakin jarang dimasak oleh generasi muda.
| Baca juga: Tahu Gejrot Khas Cirebon, Kuliner Legendaris |
Di Jawa Barat, Colenak yang terbuat dari peuyeum bakar dengan saus gula merah juga mulai tersisih oleh dessert modern. Padahal, cita rasa manis dan legitnya pernah menjadi primadona jajanan tradisional.
Kusno salah seorang budayawan mengatakan makanan tradisional yang sudah tergerus jaman ini dikarenakan kurangnya promosi dan inovasi yang menjadi faktor utama meredupnya eksistensi makanan-makanan tersebut. "Saya rasa makanan tradisional ini perlu penanganan yang modern di era saat ini agar tidak punah termakan zaman" ucapnya. Jumat, 27 februari 2026.
Jika tidak ada upaya pelestarian, berbagai hidangan tradisional itu dikhawatirkan hanya tinggal cerita di masa yang akan datang. Kusno berharap adanya upaya dari yang bersangkutan untuk bisa memberikan solusi juga perubahan agar tidak punah termakan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....