Es Gabus: Nostalgia Manis dari Masa Lalu
- 03 Feb 2026 11:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID.Bandung : Es gabus merupakan jajanan tradisional legendaris yang pernah menjadi primadona di gerbang sekolah dan sudut-sudut kampung pada era 90-an. Namanya yang unik diambil dari teksturnya yang empuk, berserat, dan sedikit kenyal saat digigit, menyerupai gabus atau busa.
Terbuat dari bahan dasar tepung hunkwe yang dimasak bersama santan dan gula, adonan ini kemudian dibekukan hingga menghasilkan sensasi dingin yang tidak sekeras es batu pada umumnya.
Secara visual, es gabus dikenal dengan tampilannya yang menarik perhatian karena biasanya disajikan dalam bentuk lapisan warna-warni layaknya pelangi. Pembuatan es ini memerlukan ketelatenan, di mana setiap lapisan warna harus dituang secara bertahap dan dibiarkan sedikit mengeras sebelum lapisan berikutnya ditambahkan.
Warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau bukan hanya berfungsi sebagai penarik minat anak-anak, tetapi juga menjadi ciri khas estetika kuliner Indonesia tempo dulu.
Baca juga : Jejak Sejarah dan Mitos di Jembatan Cirahong
Keunikan tekstur dan warna inilah yang membuat es gabus memiliki posisi tersendiri di tengah gempuran berbagai jenis es krim modern yang lebih berlemak dan menggunakan teknologi tinggi.
Sebagai bagian dari warisan budaya kuliner, keberadaan es gabus kini mulai langka dan sering kali disebut sebagai "jajanan langka" yang patut dilestarikan.
Di tengah tren kuliner kekinian yang serba instan, es gabus tetap bertahan sebagai simbol ketahanan pangan kreatif masyarakat lokal yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana menjadi kudapan bernilai seni.
Upaya menghadirkan kembali es gabus di festival kuliner atau pasar tradisional menjadi sangat penting agar generasi muda dapat mengenal dan mencicipi kekayaan rasa masa lalu. Menjaga es gabus tetap eksis berarti menjaga sepotong sejarah manis agar tidak hilang ditelan zaman dan tetap menjadi bagian dari identitas kuliner nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....