Tak Hilang Nutrisi, Begini Cara Masak Sayuran

  • 19 Nov 2025 15:14 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Banyak orang merasa sudah memenuhi kebutuhan serat harian dengan mengonsumsi sayuran setiap hari. Namun, tak sedikit yang lupa bahwa kualitas sayur bukan hanya soal apa yang dibeli, tetapi juga bagaimana cara mengolahnya.

Sayur segar dari pasar bisa berubah pucat, layu, hingga kehilangan rasa ketika salah penanganan di dapur. Padahal, mempertahankan kesegaran dan nutrisi sayuran sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Ada sejumlah langkah sederhana yang biasa diterapkan para ibu jago masak dan para chef rumahan untuk memastikan sayur tetap lezat dan bergizi. Salah satu kuncinya adalah tidak terlalu lama menyimpan sayuran.

Seperti dilansir dari laman MamaSuka, sayuran memiliki masa segar yang pendek. Idealnya, sayur yang dibeli pagi hari langsung diolah pada hari yang sama.

Meski disimpan di kulkas, kandungan nutrisinya tetap akan menurun secara bertahap. Karena itu, pilih sayuran yang tampak keras dan memiliki warna cerah dua tanda penting bahwa sayur masih dalam kondisi baik.

Sayur yang terasa lembek biasanya sudah kehilangan sebagian gizinya. Pada tahap pencucian, cukup bilas sayur dengan air mengalir.

Kebiasaan merendam sayuran terlalu lama justru membuat vitamin larut dan hilang. Untuk sayur berdaun, gosok lembut permukaannya. Sementara wortel atau kentang bisa disikat halus sebelum dipotong.

Masuk ke proses memasak, prinsip utamanya adalah masak cepat dengan panas tinggi. Sayur yang dimasak terlalu lama akan kehilangan vitamin, terutama vitamin C dan vitamin B.

Misalnya, tumis kangkung cukup dimasak selama 1–2 menit untuk mempertahankan warna dan kerenyahannya. Untuk sup, sayuran yang mudah layu seperti bayam atau sawi sebaiknya dimasukkan terakhir agar tetap terlihat segar dan berwarna hijau cerah.

Teknik memotong sayuran juga mempengaruhi kualitas gizi. Semakin kecil potongan sayur, semakin banyak nutrisi yang berkurang saat terkena panas.

Karena itu, potong sayur seperlunya saja. Mengolah sayuran utuh atau dengan potongan besar dapat membantu menjaga nutrisinya lebih optimal.

Alternatif teknik memasak lain adalah blanching, yakni merebus sayur sebentar lalu langsung merendamnya dalam air es. Teknik ini umum digunakan untuk salad atau sayur pelengkap karena mampu mempertahankan warna, tekstur renyah, dan kandungan vitamin.

Bagi penggemar tumisan, penggunaan minyak berlebih perlu dihindari. Selain membuat sayur terasa berat, panas yang dihasilkan minyak terlalu banyak dapat merusak nutrisi.

Cukup 1–2 sendok makan minyak untuk satu porsi keluarga. Penggunaan bumbu pun memiliki peran.

Garam sebaiknya ditambahkan saat sayur hampir matang. Jika dimasukkan terlalu awal, garam justru membuat sayur cepat layu dan kehilangan tekstur segarnya.

Pada akhirnya, memasak sayur tidak harus rumit. Ada banyak teknik yang bisa diterapkan, mulai dari mengukus, memanggang, hingga stir-fry, semuanya dapat menghasilkan hidangan sehat selama dilakukan dengan tepat.

Prinsip dasarnya, jangan berlebihan baik dalam waktu memasak, jumlah air, maupun minyak. Dengan menerapkan trik-trik sederhana ini, sayuran yang tersaji di meja makan bukan hanya terasa lebih enak, tetapi juga tetap segar, cantik, dan bernutrisi. Makan sehat pun menjadi mudah dan menyenangkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....