Mengenal Roti Jadul Bluder dengan Berbagai Varian Rasa
- 11 Nov 2025 00:41 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Roti bluder adalah penganan legendaris peninggalan zaman kolonial Belanda yang unik, menggabungkan tekstur roti dan bolu (campuran kue dan roti), yang membuatnya sangat lembut, berserat, dan sedikit berminyak. Roti ini memiliki bentuk khas seperti kubah atau piramida bulat.
Beberapa hal yang membedakan roti bluder dari roti biasa menurut Febby Aryumawanti owner Miss Bluder dalam Obrolan Sore RRI Bandung (27/10/2025).
- Tekstur: Roti bluder memiliki tekstur yang jauh lebih lembut dan berserat dibandingkan roti manis biasa.
- Bahan: Menggunakan lebih banyak kuning telur, mentega premium (seperti roombutter), dan sering kali menggunakan susu full cream alih-alih air, yang memberikan aroma khas dan rasa yang kaya. Kandungan lemak yang tinggi ini juga membuat warnanya cenderung lebih kuning.
- Proses pembuatannya lebih lama, sering kali melibatkan fermentasi biang alami selama minimal 8 hingga 10 jam, yang menghasilkan aroma karamel khas dan tekstur yang unik.
- Tanpa Bahan Tambahan: Roti bluder otentik umumnya tidak menggunakan bahan pengawet, pelembut, atau pemanis buatan.
- Harga: Karena bahan-bahan premium dan proses yang panjang, roti bluder cenderung dijual dengan harga yang lebih mahal daripada roti biasa.
Adapun roti bluder memiliki berbagai variasi rasa:
Meskipun resep aslinya dibawa dari Belanda, bluder di Indonesia telah mengalami adaptasi dan inovasi dengan berbagai isian untuk menyesuaikan selera lokal. Beberapa variasi rasa yang populer saat ini meliputi:
- Klasik: Cokelat dan keju merupakan isian yang paling umum dan banyak disukai.
- Modern/Inovatif: Varian lain yang banyak ditemui di pasaran termasuk abon ayam, nutella, kismis, dan lain-lain.
Roti bluder, yang menjadi ikon kuliner khas Kota Madiun, tetap mempertahankan kelezatan tradisionalnya sambil terus berinovasi dalam pilihan rasa, menjadikannya oleh-oleh legendaris yang tetap diburu hingga kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....