Kue Cubit, Camilan Legendaris Tak Lekang Dimakan Waktu

  • 27 Okt 2025 14:59 WIB
  •  Bandung

‎KBRN, Bandung; Belum lengkap rasanya berkunjung ke Kota Bandung tanpa mencicipi camilan legendaris yang satu ini, kue cubit. Dengan bentuknya yang kecil, tekstur lembut, serta rasa manis yang khas, kue cubit telah menjadi jajanan ikonik yang digemari dari generasi ke generasi.

Harganya yang murah dan mudah dijumpai menjadikan camilan ini tetap eksis di tengah gempuran kuliner modern. ‎‎Salah satu pedagang kue cubit, Jamal, mengaku telah bertahun-tahun berjualan kue cubit di kawasan Taman Cilaki, salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi warga Bandung.

Ia mengatakan, lokasi yang strategis membuat dagangannya selalu laris setiap hari. “Kalau hari biasa saya berjualan di Taman Cilaki karena banyak pengunjung yang datang. Tapi kalau hari Minggu, saya pindah ke kawasan Gasibu. Soalnya di sana pengunjung jauh lebih ramai, jadi peluang pembeli lebih besar,” ujar Jamal saat ditemui, Senin (27/10/2025).

‎‎Menurut Jamal, kue cubit tidak hanya diminati oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan cita rasa jajanan masa kecil. Di berbagai sudut Kota Bandung, kue cubit mudah ditemukan — mulai dari kawasan wisata, pusat perbelanjaan, hingga di sekitar sekolah-sekolah. Banyak juga pedagang yang berkeliling menjajakan kue ini dengan gerobak sederhana.

‎‎“Biasanya kue cubit paling ramai dibeli anak sekolah. Tapi sekarang banyak juga orang tua yang sengaja beli buat nostalgia, karena rasanya mengingatkan masa kecil,” tambah Jamal sambil tersenyum.

‎‎Proses pembuatan kue cubit pun terbilang mudah dan murah. Bahan dasarnya terdiri dari tepung terigu, telur, gula, dan susu, yang kemudian dimasak menggunakan cetakan besi kecil di atas api sedang. Saat ini, kue cubit juga mengalami berbagai inovasi, seperti tambahan topping cokelat, keju, green tea, hingga oreo yang membuat tampilannya semakin menarik dan kekinian.

‎‎Kehadiran pedagang kue cubit di hampir setiap sudut kota menjadi bukti bahwa jajanan tradisional ini masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah maraknya kuliner modern dan makanan cepat saji, kue cubit tetap menjadi simbol kehangatan dan kenangan masa kecil bagi banyak warga Bandung.

‎‎Dengan cita rasa yang sederhana namun menggugah selera, kue cubit membuktikan bahwa kelezatan sejati tidak selalu harus mahal. “Selama masih ada yang suka, saya akan terus jualan kue cubit. Karena buat saya, kue ini bukan cuma jualan, tapi bagian dari cerita hidup orang Bandung.” tandas Jamal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....