Tutut, Kuliner Khas Sunda yang Kini Mulai Langka
- 21 Agt 2025 18:34 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Tutut, atau keong sawah, selama ini kerap dianggap sebagai makanan sederhana yang identik dengan konsumsi orang dewasa. Namun, kenyataannya kuliner khas Sunda ini kini justru banyak digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua.
Cicih, seorang pedagang tutut di kawasan Cikutra, Bandung, mengungkapkan bahwa meski peminatnya cukup tinggi, saat ini tutut semakin jarang ditemui di pasaran. Hal ini membuat keberadaan penjual tutut kian terbatas.
“Tutut agak susah mendapatkannya, karena itu sangat jarang yang berjualan. Tapi justru karena sulit dicari, banyak orang yang senang kalau ketemu penjual tutut,” ujar Cicih, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, rasa gurih tutut dengan bumbu khas rempah Sunda menjadi daya tarik tersendiri. Biasanya, tutut dimasak dengan bumbu kuning, cabai, atau kuah pedas yang membuatnya semakin nikmat disantap saat hangat.
Meski begitu, Cicih mengakui tidak semua orang langsung terbiasa menyantap tutut. Bagi yang baru mencoba, cara memakannya bisa menjadi tantangan tersendiri.
“Kalau makan tutut, biasanya disedot langsung dari cangkangnya. Ada juga yang menggunakan alat bantu seperti lidi atau garpu kecil untuk mengeluarkan dagingnya,” jelasnya.
Tutut sendiri bukan sekadar kuliner biasa. Bagi sebagian masyarakat Sunda, makanan ini juga memiliki nilai nostalgia karena mengingatkan pada masa kecil saat mencari tutut di sawah atau selokan selepas hujan.
Kini, dengan semakin sulitnya mendapatkan bahan baku, keberadaan penjual tutut semakin jarang ditemukan. Namun, di sisi lain, hal itu justru membuat kuliner ini semakin dicari oleh pecintanya.
Bagi masyarakat Kota Bandung, tutut tidak hanya menjadi kudapan unik. Tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner tradisional yang patut dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....