Kueh Pukis Mang Ujang Tetap Melegenda Sejak 1993
- 13 Jul 2025 20:51 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Mang Ujang setia jualan kue pukis sejak 1993 di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung.
Di Jalan Ibrahim Adjie No. 99, tepatnya di Pasar Kiaracondong, Bandung, berdiri sebuah gerobak kue pukis yang tidak pernah sepi pelanggan. Kue Pukis Mang Ujang telah hadir sejak 1993 dan menjadi legenda jajanan pasar.
Mang Ujang, pemilik usaha, memulai bisnis ini secara sederhana. Mulai dari keliling gang hingga ke sekolah-sekolah. "Mulai jualan tahun 1993 di Pasar Kiaracondong, sebelumnya jualan keliling antar gang ke gang, dari satu sekolah ke sekolah lain". Ungkap Ujang Kepada RRI, Minggu (13/7/2025).
Inspirasi berjualan kue pukis muncul dari dirinya sendiri. Ia melihat peluang dari jajanan tradisional yang selalu diminati masyarakat lintas usia, tanpa harus mengikuti tren sesaat.
Yang membuat pukis Mang Ujang istimewa adalah keberagaman rasanya. Mulai dari keju, meses, kacang, tiramisu, greentea, oreo, taro, strawberry, blueberry, vanila, capucino, hingga sukade tersedia di sana.
"Banyak varian, keju, meses, kacang, tiramicu, greentea, oreo, taro, strawberry, blueberry, vanila, capucino, sukade" Ujar Ujang.
Dengan harga terjangkau dan kualitas terjaga, usaha pukis Mang Ujang bisa meraih omzet rata-rata Rp4 juta setiap harinya. Jumlah yang tidak sedikit untuk bisnis mikro di lingkungan pasar tradisional.
Mang Ujang juga memberikan tips kepada pelaku UMKM pemula. Salah satu kunci suksesnya adalah mengenali siapa target pasar dan memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan.
Selain itu, ia menyarankan untuk membuat promosi yang menarik, karena promosi yang tepat bisa menjadi pintu pertama pelanggan untuk mengenal produk dan akhirnya membeli.
Pelayanan yang ramah juga menjadi perhatian penting. Mang Ujang percaya, pelanggan bukan hanya membeli kue, tapi juga pengalaman yang menyenangkan saat bertransaksi.
"Berikan Pelayanan yang baik dan ramah kepada pelanggan". Pungkas Ujang.
Kueh Pukis Mang Ujang bukan sekadar makanan manis, tapi cerminan semangat kerja keras dan konsistensi. Di tengah derasnya arus modernisasi, ia tetap bertahan sebagai legenda kuliner tradisional Bandung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....