Nikmati "Endog Lewo" dengan Berbagai Varian Rasa

  • 18 Mar 2025 17:26 WIB
  •  Bandung

KBRN,Garut : Putra pemilik IKM Endog Lewo Sintia Rasa, Asep Andri menjelaskan bahwa camilan Endog Lewo dulunya dikenal dengan nama "emplod." Namun, untuk memudahkan pemasaran di luar Garut, nama tersebut diubah menjadi Endog Lewo, terinspirasi dari bentuknya yang menyerupai telur (endog dalam bahasa Sunda).

Endog Lewo Sintia Rasa menawarkan empat varian rasa: original, pedas balado, original daun jeruk, dan pedas daun jeruk. Dalam sehari, IKM ini mampu memproduksi sekitar 3 kuintal Endog Lewo dengan bantuan sekitar 20 karyawan, yang mayoritas adalah warga sekitar.

Asep telah berkecimpung dalam bisnis Endog Lewo selama 10 tahun, membantu usaha orang tuanya. Ia pun berkomitmen untuk melanjutkan usaha ini jika orang tuanya sudah tidak mampu lagi.

"_Pami didieu teh dugi ka 20 (pegawai) pami ayeunamah. Nu sepuh mah panginten nu sepuhmah damelna teu tiasa tebih, tah caket we kadieu sareng wargi-wargi seueurna. Warga sekitar oge_ (kalau disini hingga 20 pegawai sekarang. Di antaranya yang sudah lansia, di mana yang lansia sudah tidak bisa bekerja jauh dari rumah, disini bersama keluarganya)," ungkapnya, di Garut, Selasa (18/3/2025).

Pemasaran Endog Lewo kini telah menjangkau berbagai daerah, seperti Ciamis, Bandung, dan Garut, dengan Ciamis sebagai pasar terbesar. Asep menyampaikan harapannya agar harga minyak goreng yang kerap mendukung produksinya dapat lebih terjangkau sehingga biaya produksi dapat ditekan.

"Untuk harga, Endog Lewo varian original dijual Rp28.000 per kilogram, sedangkan varian pedas balado dan daun jeruk dijual Rp30.000 per kilogram. Pembelian grosir (per bal 5 kg) mendapatkan harga khusus Rp24.000 per kilogram untuk varian original dan Rp130.000 per bal untuk varian pedas balado serta daun jeruk,"terangnya.

Dengan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, diharapkan Endog Lewo semakin dikenal luas dan terus menjadi kebanggaan kuliner Garut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....