Bacang Panganan Asal Tionghoa Yang Beradaptasi

  • 31 Okt 2024 14:21 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Bacang atau Bakcang mulanya sebagai panganan tradisional masyarakat Tionghoa. Kata Bakcang sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang Lazim dibahasakan diantara Orang Tionghoa Indonesia. Seiring berjalannya waktu bakcang semakin berkembang menyebar di wilayah Indonesia dan rasa dan isiannya pun menyesuaikan dengan selera masyarakat setempat.

Bacang secara harfiah dari kata bak yang berarti daging dan cang adalah berisi daging jadi arti Bacang adalah berisi daging. Paimin salah satu penjual bacang keliling asal Kebumen yang sudah berjualan bacang selama 5 tahun mengatakan "Bacang ada yang terbuat dari beras ketan atau beras biasa, ada yang berisi daging sapi, ada yang berisi daging ayam".

Pembungkus Bacang terdiri dari daun bambu panjang dan lebar serta tali pengikat. Daun bambu harus dimasak terlebih dahulu untuk detoksifikasi. Bacang diikat berbentuk Limas segitiga.

Dalam sehari Paimin bisa menjual hingga 300 buah dengan keuntungan Rp.1000 per buahnya. Dari hasil berjualan bacang, Paimin bisa memberi nafkah kehidupan untuk istri dan 2 anaknya.

Semangat, yang penting Halal dan Berkah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....