Polisi Amankan Pelaku Penipuan Bermoduskan Calo Naker

  • 10 Mei 2026 20:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut –Aparat Kepolisian dari Polsek Cibatu Polres Garut menerima laporan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus percaloan tenaga kerja yang mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) Cibatu Garut. Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif, mengatakan, kasus tersebut bermula dari adanya postingan di media sosial Facebook pada awal April 2026 yang menawarkan bantuan agar bisa masuk bekerja ke salah satu perusahaan di wilayah Cibatu.

Pelaku diduga menggunakan akun Facebook Lite bernama “Tri Herdiansyah” dan selanjutnya berkomunikasi dengan para korban melalui inbox dan WhatsApp. "Dalam aksinya, pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi dan proses penerimaan kerja," ujarnya, di Garut, Minggu, 10 Mei 2026.

Ia mengatakan, untuk meyakinkan para korban, pelaku menggunakan email dengan mengatasnamakan perusahaan PT Ultimate Noble Indonesia. “Pelaku diduga menggunakan email yang mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia untuk meyakinkan para korban. Pembayaran dilakukan melalui rekening bank dan aplikasi dana atas nama Taufik Hidayat,” katanya.

I a menyampaikan, sejauh ini terdapat empat warga yang telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cibatu dengan total kerugian jutaan rupiah. "Para korban mengaku telah mentransfer uang secara bertahap, namun setelah hampir satu bulan tidak ada kejelasan terkait pekerjaan yang dijanjikan,"ujarnya.

Ia mengatakan, terduga pelaku diketahui berinisial T.H.(25) warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. “Kami telah melakukan sejumlah tindakan kepolisian diantaranya menerima laporan korban, mengumpulkan barang bukti, mendata saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Garut untuk penanganan perkara lebih lanjut. Saat ini pihak Kepolisian tengah melakukan pendalaman dan koordinasi dengan Satreskrim Polres Garut guna proses penyelidikan lebih lanjut.” tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan lowongan pekerjaan yang marak terjadi di media sosial. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan meminta sejumlah uang. Pastikan informasi lowongan kerja berasal dari sumber resmi perusahaan,” katanya.

Sementara pihaknya menurut Amir, masih membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor." Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain, maka dari itu kami masih terus menunggu laporan dari masyarakat atau korban lainnya," ujarnya.

‎-

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....