Polisi Selidiki Kasus Pungli di Pantai Sayangheulang

  • 27 Mar 2026 18:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut – Petugas Kepolisian dari Sat Reskrim Polres Garut melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh warga terhadap pengunjung atau wisatawan di Pantai Sayangheulang Pamengpeuk, dan Santolo Cikelet Garut. Dugaan pungli tiket masuk wisata itu sempat viral di media sosial (medsos) tiktok.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP.Joko Prihatin mengatakan, pihaknya sudah menurunkan Tim gabungan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka menindaklanjuti kasus pungli yang viral dimedsos." Kami sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi, termasuk kepada para petugas tiket dilokasi wisata setempat," katanya, di Mapolres Garut, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia mengatakan, dugaan adanya keterlibatan petugas piket resmi dalam kasus pungli tersebut, hingga saat ini masih didalami." Kami masih melakukan pendalaman terkait adanya dugaan keterlibatan petugas tiketing, termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,"ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan adanya satu orang yang mengakui sempat meminta uang kepada pengunjung dengan nominal sekitar Rp40.000. Namun, yang bersangkutan bukan merupakan petugas resmi di loket tiket. “Yang bersangkutan ini warga. Dari hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan keterlibatan petugas tiket resmi dalam praktik tersebut,”katanya.

Ia menyampaikan, modus yang digunakan pelaku yakni meminta uang kepada wisatawan sebelum mereka mencapai pintu masuk utama. Pelaku disebut berada sekitar 50 meter sebelum gerbang, dan mengarahkan pengunjung untuk mengambil tiket di pos resmi setelah melakukan pembayaran di lokasi tersebut.

“Jadi sebelum sampai gerbang, sudah ada yang meminta uang dengan alasan untuk tiket. Nanti tiketnya disuruh ambil di depan. Ini yang sedang kami dalami,” katanya.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan apakah ada kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum petugas resmi. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun sejauh ini, belum ada bukti yang mengarah pada keterlibatan petugas tiket resmi,” tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....