Puncak HIM 2026, OJK Tasikmalaya Perkuat Budaya Menabung dan Literasi Keuangan

  • 28 Agt 2026 10:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan sejak usia sekolah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.

Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan dan tenaga pendidik dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan memiliki karakter finansial yang kuat. Hari Indonesia Menabung, merupakan kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusi keuangan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan dan perluasan akses terhadap produk dan layanan termasuk melalui pembukaan rekening tabungan bagi pelajar dan anak.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, penguatan literasi keuangan sejak usia sekolah semakin penting seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. “Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan seremonial. Kita ingin menumbuhkan budaya menabung sekaligus membentuk kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Menabung adalah latihan membangun karakter, karena di dalamnya anak belajar menunda keinginan, menentukan prioritas, merencanakan masa depan, dan menghargai proses,” kata Nofa, melalui keterangan yang diterima RRI, Jumat 28 Agustus 2026.

Pada kegiatan tersebut, OJK Tasikmalaya juga mengukuhkan Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Segmentasi Prioritas Pelajar kepada 18 pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya yang merupakan pelajar binaan Lembaga Jasa Keuangan. Para Duta Literasi Keuangan tersebut berasal dari SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 5 Tasikmalaya, SMKN 1 Tasikmalaya, SMAN Plus Pesantren Amanah, SMAN 6 Tasikmalaya, SMK Plus YSB Suryalaya, SMAN 2 Tasikmalaya, SMAN 9 Tasikmalaya, SMK Bina Lestari PUI, dan SMA Al Muttaqin.

OJK PEDULI merupakan program yang mendorong hadirnya Duta Literasi Keuangan untuk mengedukasi dan mendiseminasikan informasi keuangan kepada komunitas dan masyarakat luas.

Kehadiran Duta Literasi Keuangan diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan sehingga peningkatan literasi keuangan dapat berlangsung secara lebih masif dan merata melalui multiplier effect.

“Kami berharap Duta Literasi Keuangan benar-benar menjadi penggerak di sekolahnya. Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menabung dan mengelola keuangan, sekaligus mengajak teman sebaya untuk semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan. Dengan demikian, edukasi keuangan dapat tumbuh dari lingkungan sekolah dan diteruskan dari pelajar kepada pelajar lainnya,” ujar Nofa.

Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan prosesi pelepasan mobil SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) OJK bersama sembilan Mobil Edukasi/Kas Keliling perbankan di wilayah Priangan Timur. Mobil edukasi/ kas keliling tersebut bergerak menuju sekolah binaan masing-masing untuk melaksanakan kegiatan edukasi keuangan sekaligus medekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.

Kegiatan edukasi keuangan serentak pada segmentasi pelajar juga diikuti oleh 29 industri jasa keuangan bank dan non-bank di Wilayah Priangan Timur kepada 44 sekolah yang menyasar lebih dari 4.000 siswa ditingkat SD – SMP – SMA/Sederajat. Pelepasan tersebut menjadi simbol komitmen bersama OJK dan industri perbankan untuk menhadirkan edukasi keuangan secara langsung di ingkungan sekolah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Kolaborasi antara OJK Tasikmalaya dan industri jasa keuangan di wilayah Priangan Timur telah memberikan hasil yang positif. Sepanjang Juni 2025 sampai dengan Agustus 2026, industri jasa keuangan di wilayah Priangan Timur telah melaksanakan 438 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau sekitar 44 ribu pelajar.

Selain edukasi, kegiatan tersebut juga diikuti dengan pembukaan sekitar 29 ribu rekening tabungan pelajar dengan total nominal tabungan mencapai Rp5,5 miliar. OJK berharap literasi keuangan tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi budaya dan bekal bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....