Investasi Ilegal di Priatim Menonjol, OJK Tasikmalaya Ingatkan Warga Waspada
- 24 Mei 2026 15:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Hingga saat ini, aktivitas keuangan ilegal, terutama investasi ilegal di Priangan Timur, paling menonjol dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. Data OJK Tasikmalaya, hingga saat ini sudah ada enam investasi ilegal yang penanganannya sudah dikoordinasikan dengan Satgas Pasti Jawa Barat.
Kepala Kantor OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, berdasarkan data yang ada, hal itu menunjukan, wilayah Priangan Timur cukup tinggi dalam praktek investasi ilegal.”iya dibanding daerah lain, priangan timur banyak. Dari enam investasi ilegal, satu diantaranya sudah tahap penyidikan. Sedangkan lainnya sedang tahap FGD,” katanya, Minggu 24 Mei 2026.
Untuk terus mengantisipasi dampak praktek investasi ilegal kata Nofa, OJK juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat, mulai dari pelajar, penyuluh agama, hingga Babinsa. “Harapan kami apa yang didapat dapat kembali disampaikan kepada masyarakat di daerahnya masing- masing,” ujarnya.
Nofa juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap praktek investasi ilegal.”jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang besar yang dijanjikan,” ucapnya.
Sementara itu, Hendra (50) warga Dadaha Kota Tasikmalaya mengaku, tidak tergiur dengan tawaran investasi yang menawarkan keuntungan diluar nalar. Ia lebih memilih untuk menabung, dan kalaupun memiliki uang, Ia lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Yang tergiur mungkin karena butuh uang. Ketika ditawari keuntungan besar, akhirnya tertarik investasi yang nyatanya bodong,” ujarnya.
Hendra juga meminta, agar pihak terkait seperti OJK lebih gencar mensosialisasikan pemahaman tentang investasi kepada warga. Sehingga warga paham dan tidak terjebak dengan investasi ilegal.
“Lebih gencar lagi, terutama kepada warga yang di pelosok,” katanya.
Sedangkan selain investasi ilegal, OJK Tasikmalaya juga mengingatkan masyarakat waspada terhadap pinjaman online (Pinjol) ilegal. Sehingga masyarakat tidak dirugikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....