PAD Kota Tembus 3 Triliun Sektor Jasa, Pariwisata

  • 08 Jan 2026 13:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung pada tahun 2025 mencatatkan capaian yang sangat positif. Hingga akhir tahun, PAD Kota Bandung berhasil menembus angka lebih dari Rp3 triliun, meningkat signifikan dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, mengungkapkan bahwa capaian PAD tahun 2025 mencapai Rp3,05 triliun. Peningkatan tersebut ditopang oleh sejumlah sumber pajak utama, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Di tahun 2025, realisasi PAD kita mencapai tiga triliun lima puluh miliar. Kontributor terbesarnya berasal dari PBB, BPHTB, dan pajak kendaraan bermotor. Selain itu, pajak restoran dan hotel juga memberikan kontribusi yang cukup besar,” ujar Gun Gun, Kamis 8 Januari 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan PAD tersebut tidak terlepas dari membaiknya aktivitas ekonomi di Kota Bandung sepanjang 2025. Berbagai agenda dan kegiatan berskala besar yang digelar Pemerintah Kota Bandung terbukti memberikan dampak positif, khususnya terhadap sektor jasa seperti perhotelan, restoran, dan hiburan.

Sepanjang tahun 2025, Kota Bandung menjadi tuan rumah berbagai event besar, mulai dari Pocari Sweat Run, Asia Africa Festival, rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215, hingga perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada momen libur akhir tahun, okupansi sejumlah hotel di kawasan pusat kota bahkan dilaporkan mencapai 100 persen. Sementara di wilayah penyangga lainnya, tingkat hunian hotel tercatat tidak kurang dari 60 persen.

Fenomena di media sosial yang menyebut “satu Indonesia liburan ke Bandung” turut memperkuat dampak positif terhadap sektor perhotelan, restoran, hingga jasa parkir. Kondisi ini secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah.

“Pemkot Bandung memang berfokus pada penyelenggaraan acara-acara besar yang berdampak signifikan terhadap daya tarik wisatawan. Pak Wali Kota juga memberikan perhatian khusus pada hal tersebut," ujar Gun Gun, Kamis 8 Januari 2026.


Baca juga:Tertibkan Kabel Udara, Pemotongan Dilakukan di Jalan Merdeka


Secara rinci, realisasi pajak restoran pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp434 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp398 miliar. Sementara itu, pajak hiburan juga mengalami kenaikan, dari Rp67 miliar pada 2024 menjadi Rp78 miliar di tahun 2025.

Selain sektor jasa, struktur PAD Kota Bandung pada 2025 juga diperkuat oleh pelimpahan PKB dan BBNKB dari pemerintah provinsi. Realisasi PKB tercatat menyumbang sekitar Rp578 miliar, sedangkan BBNKB mencapai sekitar Rp199 miliar.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Bandung optimistis dapat menjaga tren kenaikan PAD pada tahun 2026. Target PAD tahun 2026 pun ditetapkan sebesar Rp3,6 triliun.

“Target PAD tahun 2026 sebesar Rp3,6 triliun. Kami tetap mengandalkan PBB dan BPHTB yang masing-masing ditargetkan Rp700 miliar, serta PKB dan BBNKB secara gabungan sekitar Rp800 miliar,” paparnya.

Selain itu, Bapenda Kota Bandung juga menargetkan peningkatan kontribusi dari sektor perhotelan dan restoran seiring dengan pulihnya tingkat hunian hotel serta meningkatnya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Kota Bandung. Pajak hotel pada 2026 ditargetkan sebesar Rp405 miliar, sementara pajak restoran ditargetkan mencapai Rp398 miliar.

Sementara itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa capaian PAD tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Pada prinsipnya, kolaborasi menjadi hal yang sangat penting dan harus terus dilakukan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....