OJK dan Pemkab Subang Dorong Kemandirian Finansial Masyarakat

  • 18 Des 2025 14:17 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Sarasehan Ekosistem Keuangan Inklusif di Kabupaten Subang menghadirkan optimisme baru bagi masyarakat desa. Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi, dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian finansial.

Pilot Project di 31 Desa, Hasilnya Menggembirakan

Program yang diinisiasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Subang bersama OJK ini baru menjangkau 31 desa dari total 245 desa. Meski masih terbatas, hasilnya sudah terasa signifikan:

  • Dana masyarakat yang berhasil dihimpun di bank mencapai Rp138,36 miliar.
  • Kredit baru yang disalurkan menembus Rp303,42 miliar.
  • Jumlah rekening masyarakat meningkat hingga 14.500 rekening.
  • Hadir 72 agen laku pandai yang melayani langsung kebutuhan keuangan warga desa.

“Daripada ditaruh di bawah bantal, masyarakat kini mulai memahami pentingnya menabung dan berinvestasi di perbankan,” ujar Darwisman seusai sarasehan EKI di Subang, Kamis (18/12/2025).

Baca juga : Waspada Bank Emok, Jeratan Bunga Tinggi Ancam Masyarakat

Sinergi OJK, Pemda dan Perbankan

Program ini dijalankan melalui tahapan pemetaan potensi ekonomi desa, prainkubasi, inkubasi dengan pelatihan dan pendampingan, hingga pasca inkubasi berupa pembukaan rekening dan penyaluran kredit.

Bank-bank lokal seperti BPR Subang, BRI, dan BJB turut serta dalam mendukung ekosistem ini. Harapannya, model ini dapat direplikasi ke seluruh desa di Subang, bahkan ke 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Darwisman menekankan bahwa literasi dan inklusi keuangan kini digunakan sebagai tools menuju financial well-being atau kesejahteraan keuangan.

“Kalau ini konsisten dilakukan, masyarakat desa akan terdampak positif. Tingkat kesejahteraan akan meningkat melalui kemandirian keuangan,” jelasnya.

Program ini juga sejalan dengan arahan internasional, termasuk hasil pertemuan OJK dengan utusan PBB bidang literasi inklusi keuangan, Ratu Maxima dari Belanda.

Komoditas Unggulan : Nanas, Parowisata dan Tambak

Selain literasi keuangan, OJK bersama Pemda Subang menyiapkan ekosistem pembiayaan untuk komoditas unggulan daerah:

  • Nanas Madu Subang: didorong melalui Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2023, dengan dukungan TPAKD dan perbankan.
  • Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: seni budaya, kerajinan, kuliner, hingga potensi alam Subang.
  • Ribuan Tambak Ikan: revitalisasi tambak untuk budidaya ikan nila dan lele, dengan dukungan pembiayaan KUR.

Darwisman menegaskan, Jawa Barat harus mampu meningkatkan kredit UMKM agar bisa bersaing dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....