Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, Jabar Perkuat Tiga Sektor
- 29 Nov 2025 14:31 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jabar mengambil langkah untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Langkah itu diambil, agar percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat hingga akhir tahun 0225 dapat naik hingga batas akhir proyeksi 5,5 persen.
Hal itu dikatakan Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Muslimin Anwar, usai pertemuan Tahunan Bank Indonesia tahun 2025, di Bandung Jumat (28/11/2025) malam. Dikatakan Muslimin, ada tiga sektor target percepatan, yakni otomotif, property, dan pariwisata.
"Kita optimis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan berada di kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen pada 2025 ini. Dan momentum untuk mendekati 5,5 persen, sinergi perlu dilakukan,"ucap Muslimin Anwar.
Baca juga:Hasil SE2026 Jadi Rujukan Utama Kebijakan Ekonomi Daerah
Muslimin juga mengungkapkan bahwa ekonomi Jabar berada dalam kondisi solid dan resilien dengan pertumbuhan mencapai 5,20 persen (yoy) pada Triwulan III 2025. Inflasi terjaga pada level 2,63 persen (yoy), dan prospek pertumbuhan 2026 diperkuat meskipun menghadapi tantangan global dan domestik.
Muslimin juga mengatakan, sektor pariwisata dapat menjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi di akhir 2025, dengan momentum libur Nataru. Kampanye bangga berwisata di Jawa Barat dan bangga buatan Jawa Barat dapat mendorong konsumsi rumah tangga yang bobotnya sekitar 65 persen.
Selain itu juga di sektor property, Muslimin berharap adanya kebijakan untuk memberikan diskon penjualan. Selain itu juga bagi pemerintah daerah dapat memberikan stimulus terkait pajak.
Untuk sektor otomotif, Muslimin berharap brand kendaraan yang ada di Jawa Barat dapat memberikan diskon. Untu pemerintah Jawa Barat, diharapkan dapat memberikan stimulus di sektor pajak kendaraan bermotor pada akhir tahun 2025 ini.
"Ini akan memberikan akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi dan menjadi penguatan pertumbuhan di tahun 2026 nanti,"ucapnya.
Sementara itu Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna mengapresiasi langkah Bank Indonesia Jawa Barat yang mengambil langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di akhir tahun. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara nasional merupakan tertinggi dari rata rata.
"Pekerjaan rumah terbesar kita tetap di industri pengolahan. Nah industri pengolahan angkanya di bawah rata rata 5,2 persen, ini harus menjadi perhatian kita,"ungkap dia.
Sumasna juga menyatakan komitmen Pemprov Jabar untuk melakukan percepatan integrasi data dan layanan publik. Kemudian penguatan hilirisasi berbasis keunggulan wilayah, serta sinergi yang diperkuat dalam hal pengembangan ekonomi syariah, penguatan pariwisata, serta percepatan agenda ekonomi hijau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....