Cimahi Masuk 10 Besar PDRB per Kapita Tertinggi
- 21 Nov 2025 19:22 WIB
- Bandung
KBRN, Cimahi: Kota Cimahi kembali mencatatkan capaian positif dalam kinerja ekonominya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Cimahi menembus angka Rp 45 juta per tahun dan masuk 10 besar tertinggi di Jawa Barat. Capaian ini menempatkan Cimahi di atas sejumlah kota besar lain, seperti Bogor dan Bekasi.
Dalam daftar tersebut, Kota Bandung menempati posisi teratas dengan PDRB per kapita Rp 92 juta, disusul Kabupaten Bekasi Rp 89 juta, Kabupaten Karawang Rp 76 juta, Kota Cirebon Rp 57 juta, Kabupaten Purwakarta Rp 51 juta, kemudian Kota Cimahi Rp 45 juta.
Di bawah Cimahi terdapat Kota Bogor Rp 36 juta, Kabupaten Indramayu Rp 35 juta, Kabupaten Bogor Rp 32 juta, dan Kota Bekasi Rp 30 juta.
“Angka Rp 45 juta itu merupakan PDRB per kapita harga konstan tahun dasar 2010 untuk tahun 2024,” ujar Ahli Statistisi Ahli Muda BPS Kota Cimahi, Nuraeni Arumsari, Kamis (20/11/2025).
Nuraeni menjelaskan bahwa PDRB per kapita menjadi indikator penting untuk melihat rata-rata pendapatan masyarakat di suatu wilayah. Besarnya PDRB Cimahi tak lepas dari kontribusi sektor industri yang masih mendominasi aktivitas ekonomi di kota tersebut.
Baca juga:Cimahi Masuk 4 Besar Nasional Realisasi Belanja Daerah
“PDRB-nya cukup tinggi karena industri di Cimahi masih dominan. Pembagiannya kan antara total PDRB dengan jumlah penduduk,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menegaskan bahwa industri besar dan pengolahan masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi kota. Di samping itu, sektor jasa dan perdagangan turut memberikan sumbangan signifikan.
“Perputaran uang di Kota Cimahi ini sangat tinggi. PDRB kita sebagian besar didukung oleh industri besar dan pengolahan,” kata Adhitia.
Ia berharap capaian tersebut mampu tercermin pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk daya beli yang lebih baik.
“Kita syukuri Cimahi masuk 10 besar PDRB per kapita di Jawa Barat. Semoga angka ini juga terlihat di lapangan bahwa tingginya PDRB harus berbanding lurus dengan daya beli dan kesejahteraan warga,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....