Aplikasi MyIntress Hadir Sebagai Solusi Terpadu

  • 14 Okt 2025 19:39 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Aplikasi OMSPAN dan Monsakti selama ini berperan sebagai tulang punggung sistem monitoring pengelolaan data transaksi APBN. Keduanya berfungsi mulai dari pemantauan hingga evaluasi data keuangan negara. Namun, seiring dengan pertumbuhan volume data, pengembangan fitur, serta meningkatnya kebutuhan integrasi lintas sistem, muncul sejumlah tantangan baru.

Permasalahan seperti keterlambatan akses data (data lag time), kebutuhan akan satu sumber data yang terpusat dan terpercaya (single source of truth), serta kesenjangan teknologi antar sistem menjadi hambatan yang berdampak pada efisiensi dan akurasi proses pengelolaan data. Selain itu, perbedaan basis data pengguna antara OMSPAN dan Monsakti turut menambah kompleksitas dalam pengelolaan user management.

Dalam konteks ini, Aplikasi MyIntress hadir sebagai solusi terpadu. Nantinya, pengguna MyIntress akan dibagi menjadi empat kelompok utama, yaitu user instansi, user BUN, user auditor, dan user lainnya.

> User instansi terdiri dari empat level: satuan kerja (satker), wilayah, unit eselon I dan tingkat kementerian.

> User BUN meliputi pengguna dari KPPN, KPKNL, Kanwil DJPb, Kanwil DJKN, DJA, dan DJPb.

> Untuk keperluan audit, disediakan akun khusus bagi BPK dan APIP.

> Sedangkan user lainnya mencakup Admin, Hai CSO, dan Hai QAO.

Saat ini, akses MyIntress baru terbuka bagi satker, unit eselon I, kementerian/lembaga (K/L), KPPN, dan Kanwil DJPb.

Tujuan dan Manfaat Aplikasi MyIntress

1.Menjadi sumber tunggal data (single source of truth) untuk monitoring transaksi APBN.

2.Meningkatkan efisiensi operasional TIK.

3.Menyajikan data monitoring dan evaluasi keuangan yang lebih komprehensif, andal, serta mendukung penyederhanaan sistem informasi keuangan negara.

4.Mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan menyeluruh.

5.Meningkatkan kepuasan pengguna terhadap layanan digital.

Fitur Utama MyIntress:

a. To Do List: Berfungsi sebagai Early Warning System (EWS) terhadap transaksi yang telah dimulai namun belum selesai di masing-masing modul atau pengguna.

b. Monitoring: Memantau data berdasarkan pendekatan modular, mencakup modul: Anggaran, Bendahara, Komitmen, Pembayaran, Piutang, Persediaan, Aset Tetap, Akuntansi, dan Pelaporan.

c. Rekonsiliasi: Menjamin validitas dan konsistensi data, baik melalui rekonsiliasi internal antar modul maupun rekonsiliasi eksternal antara data SAI dan SAU.

d. Laporan: Menyediakan laporan keuangan dan laporan BMN untuk tingkat Satker hingga konsolidasian (Wilayah, Eselon I, dan K/L).

e. Daftar/Rincian: Memberikan informasi detail untuk mendukung penjelasan laporan keuangan (LK) maupun laporan BMN (LBMN).

f. Tematik: Menampilkan informasi dinamis terkait tema-tema tertentu yang menjadi fokus kebijakan pemerintah pada periode tertentu.

g. Dashboard: Menyediakan gambaran cepat kondisi keuangan entitas pengguna melalui konsep 5M (5 menit sudah tergambar kondisi keuangan).

h. HAICSO: Mempermudah pengguna dalam berkonsultasi langsung dengan agen HAI di tingkat KPPN atau Kanwil mitra kerja masing-masing.

Penulis: Aditya Kusuma Aji/ PTPN Mahir KPPN Bandung II

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....