Kemiskinan Faktor Dominan Stunting di Kabupaten Tasikmalaya

  • 02 Jul 2024 13:46 WIB
  •  Bandung

KBRN, Tasikmalaya: Sekretaris Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tasikmalaya Eli Hendalia menuturkan, salah satu faktor pendorong angka stunting meningkat yakni, kemiskinan dan kepedulian warga terhadap kesehatan.

Kondisi ekonomi yang terbatas, menyulitkan akses memperoleh gizi yang baik, sehingga dengan asupan gizi yang tidak maksimal, pertumbuhan anak pun menjadi terhambat.

Saat ini, angka stunting tercatat berada di 20,7 persen. Angka ini, turun dari tahun sebelumnya yakni 2023 yang berada di angka 27,2 persen kasus stunting.

Pemerintah menggandeng beberapa instansi, seperti kepolisian untuk bekerja menekan angka stunting secara bersama-sama.

“Bahu membahu ini menjadi kunci bagaimana Kabupaten Tasikmalaya berhasil dalam mengentaskan kemiskinan dan stunting,” ucap Eli, Selasa (2/7/2024).

Sementara terkait dengan kepedulian warga terhadap kesehatan, lanjut Eli, pihaknya telah menggandeng Dinas Kesehatan, untuk memaksimalkan peran Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Puskesmas bisa mengontrol membuka layanan Posyandu tiap bulannya, masyarakat yang tidak pergi ke Posyandu di jemput bola. Sehingga, perkembangan berat anak dan ibu hamil bisa pantau,” kata Eli.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....