Indonesia Development Foundation Mengadakan Seminar Pengendalian Tembakau
- 26 Jun 2024 13:40 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung : Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 275,8 juta orang sudah menjadi surga bagi sekitar 77,9 juta perokok dewasa atau sekitar 28,26 persen dari populasi pada tahun 2022. Meskipun Indonesia telah menjalankan program mengendalikan penggunaan tembakau, termasuk penetapan pajak rokok, menerapkan regulasi tentang Zona Bebas Asap Rokok, pengaturan kemasan dan label tembakau, serta pembatasan iklan dan penjualan tembakau.
Data kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi perokok di negara ini tidak mengalami penurunan yang signifikan terutama disegment perokok dewasa aktif.
Data BPS Statistik menunjukkan tingginya penggunaan rokok tercermin dalam pengeluaran rata-rata untuk rokok berada diperingkat kedua setelah pengeluaran untuk makanan dan minuman.
Bahkan data hasil survey IDF Foundation menunjukkan bahwa selama masa pandemic Covid-19 dimana terjadi penurunan daya beli masyarakat serta pengurangan konsumsi rumah tangga, prevalensi merokok malah tidak terjadi penurunan atau stagnan dan cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena substitusi produk rokok dengan harga tinggi ke produk rokok dengan harga yang lebih ekonomis.
Ketua Indonesian Development Foundation (IDF) Harris Siagian mengatakan tujuannya mengadakan Seminar Diseminasi hasil penelitian untuk memberikan pandangan strategi alternatif dalam pengendalian tembakau dan penurunan Resiko Kesehatan.
"Jadi seminar ini itu diseminasi salah satunya adalah perilaku dari para perokok dan juga bagaimana proses seleksi dari penelitian yang dilakukan" ujar, Ketua IDF Harris Siagian kepada RRI, Rabu (26/6/2024).
Harris Siagian menjelaskan IDF dalam hal ini membantu pemerintah dalam hal regulasi yang ditetapkan dari segi peningkatan harga juga pajak dan regulasi rokok ada atau tidaknya rokok.
"Saat ini salah satu yang kita fokuskan adalah penurunan tingkat resiko mengkonsumsi rokok, nah dampak rokok ini dalam kesehatan sangat signifikan sehingga kita lakukan penelitian tersebut dengan menggunakan penelitian ekonomi kita yaitu Discrete Choice Experiment (DCE)" Tambahnya.
Harris mengatakan, penelitian ini akan dilakukan di 36 provinsi dan hampir 500 lebih kota di Indonesia, dan sampai dengan saat ini telah dilakukan di 5 kota di tahun 2023.
Ia berharap masyarakat perlu memahami terlebih dahulu dari sisi produk tembakau yang dipasarkan, karena menurutnya masyarakat khususnya gen Z menjadi perokok faktor nya adalah dari lingkungannya, dengan adanya program (DCE) masyarakat mampu meningkatnya perekonomian dan menurunkan perokok aktif dan meningkatkan perokok pasif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....