Waspadai Dehidrasi saat Cuaca Panas

  • 30 Sep 2026 04:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Masyarakat diimbau mewaspadai dehidrasi saat cuaca panas, terutama ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat. Kekurangan cairan dapat mengganggu sirkulasi, fungsi ginjal, konsentrasi, hingga pengaturan suhu tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Klinik sekaligus Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengatakan tanda dehidrasi yang sering tidak disadari antara lain rasa haus, mulut kering, sakit kepala, mudah lelah, pusing, dan menurunnya konsentrasi. Pada lansia, dehidrasi juga dapat terjadi tanpa rasa haus yang jelas. (ANTARA , 16 September 2026).

Ia menyarankan masyarakat tidak menunggu haus untuk minum, terutama sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

Masyarakat juga dapat memperhatikan warna urine sebagai indikator sederhana. Urine yang semakin pekat dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, lansia, serta orang yang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan. Mereka lebih berisiko mengalami kekurangan cairan, sehingga perlu memastikan asupan air tetap tercukupi dan segera beristirahat di tempat yang teduh apabila mulai merasakan tanda-tanda dehidrasi.

Untuk mencegah dehidrasi, masyarakat dianjurkan membawa air minum, meningkatkan asupan cairan saat banyak berkeringat, menghindari aktivitas berat saat cuaca sangat panas, serta mengonsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....