Pakar UI Ingatkan Bahaya Minuman Kekinian bagi Kesehatan

  • 29 Sep 2026 09:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Masyarakat diimbau lebih bijak mengonsumsi minuman kekinian karena kandungan gula, krimer olahan, pemanis tambahan, dan kafein yang tinggi dapat berdampak pada kesehatan. Hal itu dikatakan pakar Universitas Indonesia dari Fakultas Ilmu Keperawatan, Dr. Widyatuti.

Menurutnya, konsumsi minuman kekinian secara berlebihan berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin yang dapat berujung pada diabetes tipe 2.

"Satu porsi artisan milk tea dapat menyumbang sekitar 70 hingga 100 persen dari batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan, yakni maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari,"ucapnya seperti dikutip Kantor Berita Antara, Selasa 29 September 2026.

Selain gula, konsumsi kafein berlebihan dari teh pekat juga perlu diperhatikan. Kondisi tersebut dapat memicu gangguan tidur, jantung berdebar, kecemasan, dan masalah pencernaan, terutama pada kelompok yang sensitif terhadap kafein.

Untuk mengurangi risikonya, masyarakat disarankan memilih minuman dengan tingkat kemanisan rendah atau tanpa gula. Topping seperti boba, cheese foam, dan puding juga sebaiknya dibatasi.

Konsumsi minuman tinggi gula juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Masyarakat, terutama anak-anak, remaja, serta mereka yang memiliki risiko gangguan metabolisme, dianjurkan memperhatikan label kandungan gula dan kafein serta membatasi frekuensi konsumsi minuman manis dalam keseharian.

Dr. Widyatuti mengingatkan minuman kekinian sebaiknya dikonsumsi sesekali, bukan sebagai sumber utama cairan harian. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....