1000 Hari Pertama Anak, Ini yang Sering Terlewat

  • 28 Sep 2026 20:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Orang tua perlu mewaspadai sejumlah kesalahan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak karena periode tersebut menjadi fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan.

Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp. A(K), menyampaikan hal tersebut melalui kanal YouTube Parentalk yang tayang pada 26 September 2026 dalam pembahasan mengenai mitos dan fakta seputar bayi, anak, dan remaja. Ia menilai evaluasi pertumbuhan menjadi salah satu hal yang masih sering terlewatkan oleh orang tua.

Menurut Meta, 1.000 HPK dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Periode tersebut penting karena pertumbuhan dan perkembangan berbagai organ tubuh berlangsung sangat pesat, termasuk perkembangan otak yang menjadi salah satu fondasi tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan, kesalahan pertama yang sering dilakukan orang tua adalah tidak rutin mengevaluasi pertumbuhan anak. Pemantauan berat badan serta panjang atau tinggi badan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi gangguan gizi lebih dini sehingga dapat segera mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kesalahan berikutnya adalah terlalu mengikuti tren informasi mengenai pengasuhan dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tanpa terlebih dahulu memastikan kebenaran sumbernya. Meta mencontohkan anggapan bahwa bayi harus mendapatkan menu tunggal ketika mulai MPASI, padahal menurutnya sejak awal MPASI perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan sumber karbohidrat, lemak, protein dengan prioritas protein hewani, serta sayur atau buah dalam jumlah yang sesuai.

Meta juga mengingatkan orang tua agar tidak mudah mempercayai mitos yang berkembang secara turun-temurun. Ia menyebut sejumlah anggapan seperti memukul atau menyabet kaki anak menggunakan belut agar cepat berjalan, hingga anggapan bahwa anak yang gemuk pasti sehat, tidak memiliki dasar yang tepat. Menurutnya, berat badan berlebih atau obesitas juga termasuk bentuk malnutrisi.

Selain kekurangan gizi, malnutrisi dapat berupa kelebihan gizi maupun kekurangan zat gizi mikro atau micronutrient deficiency. Kondisi kekurangan zat gizi mikro sering disebut hidden hunger karena tidak selalu terlihat secara fisik. Anak dapat terlihat memiliki berat badan yang baik, tetapi mengalami kekurangan zat besi yang dapat ditandai antara lain dengan tubuh lemas atau pucat.

Meta menegaskan, orang tua perlu memperhatikan tiga hal utama selama 1.000 HPK, yakni memastikan nutrisi lengkap dan seimbang, melengkapi status imunisasi, serta rutin mengevaluasi pertumbuhan. Ia mengatakan, pemantauan sederhana terhadap kenaikan berat badan dan panjang atau tinggi badan dapat membantu orang tua mengetahui apakah kebutuhan nutrisi anak telah terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....