Hari Leukemia Sedunia 4 September, Tingkatkan Kesadaran tentang Kanker Darah

  • 04 Sep 2026 10:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung — Hari Leukemia Sedunia diperingati setiap tanggal 4 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai leukemia atau kanker darah. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat lebih mengenali penyakit, gejala, pentingnya diagnosis, serta dukungan bagi pasien dan keluarga.

Dikutip Halodoc Jumat 4 September 2026. Leukemia merupakan penyakit kanker yang berawal dari jaringan pembentuk darah, terutama sumsum tulang yang menjadi tempat produksi sel-sel darah. Lukemia terjadi ketika sel darah putih abnormal diproduksi secara berlebihan dan tidak terkendali sehingga dapat mengganggu produksi sel darah sehat lainnya.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi sel darah merah, sel darah putih normal, maupun trombosit sehingga menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh. Halodoc menyebutkan sejumlah gejala yang perlu diperhatikan, di antaranya kelelahan, demam, mudah mengalami infeksi, mudah memar atau berdarah, serta nyeri tulang dan persendian.

Secara umum, leukemia terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kecepatan perkembangannya dan jenis sel darah yang terkena. Empat jenis utama yang dikenal adalah Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL), Acute Myeloid Leukemia (AML), Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL), dan Chronic Myeloid Leukemia (CML).

Ian, seorang pasien Chronic Myeloid Leukemia (CML), mengajak seluruh pasien dan pejuang leukemia untuk tidak kehilangan semangat dalam menjalani proses pengobatan. “Jangan pernah merasa sendiri dalam perjalanan ini, karena setiap hari yang kita jalani adalah bukti bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk terus berjuang dan memberikan arti bagi kehidupan.”ucaonya kepada RRI Jumat 4 September 2026.

Sejarah leukemia sendiri telah tercatat dalam perkembangan ilmu kedokteran sejak abad ke-19, ketika penyakit dengan karakteristik peningkatan sel darah putih mulai dikenali secara lebih jelas. Halodoc mencatat bahwa leukemia pertama kali diidentifikasi oleh patolog asal Jerman, Rudolf Virchow, pada 1845.

Peringatan Hari Leukemia Sedunia kemudian menjadi bagian dari gerakan peningkatan kepedulian terhadap leukemia yang melibatkan komunitas pasien dan organisasi advokasi di berbagai negara. Berbagai kegiatan edukasi dilakukan untuk mendorong masyarakat memahami tanda-tanda penyakit serta pentingnya mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secara tepat waktu.



Deteksi dan diagnosis menjadi bagian penting karena gejala leukemia pada tahap awal dapat menyerupai keluhan kesehatan umum dan tidak selalu mudah dikenali. Halodoc juga menekankan bahwa apabila muncul gejala yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan yang sesuai.

Perkembangan pengobatan leukemia saat ini juga memberikan berbagai pilihan yang disesuaikan dengan jenis penyakit dan kondisi masing-masing pasien. Halodoc menjelaskan bahwa penanganan dapat mencakup kemoterapi, terapi target, radioterapi, hingga transplantasi sel punca, sesuai hasil evaluasi medis.

Momentum 4 September juga menjadi pengingat bahwa pasien leukemia membutuhkan bukan hanya pengobatan, tetapi juga dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat. Edukasi yang benar diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman mengenai leukemia sekaligus mendorong kepedulian terhadap para penyintas dan pasien yang sedang menjalani pengobatan.

Hari Leukemia Sedunia pada 4 September akhirnya bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi ajakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kanker darah. Dengan mengenali informasi yang tepat, memperhatikan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, dan berkonsultasi dengan tenaga medis, masyarakat dapat turut mendukung upaya deteksi serta penanganan leukemia secara lebih baik.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....