Sate Kambing dan Kikil Sapi, Ini Penjelasannya Bagi Kesehatan
- 31 Agt 2026 06:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Sate kambing, kikil, emping melinjo, soto babat, hingga rendang kerap dianggap sebagai makanan penyebab kolesterol, asam urat, dan tekanan darah tinggi.
Penjelasan mengenai kandungan makanan dan faktor yang dapat memengaruhi kesehatan tersebut disampaikan dr. Hans dalam tayangan edukasi kanal YouTube SB30Health yang diunggah pada 19 Agustus 2026.
Menurut penjelasan dalam tayangan tersebut, persoalan kesehatan tidak selalu hanya ditentukan oleh bahan makanan, tetapi juga dapat dipengaruhi cara pengolahan, porsi, kombinasi makanan, serta bahan tambahan yang digunakan.
Daging kambing, misalnya, tetap memiliki kandungan gizi seperti protein, zat besi, dan mineral tertentu yang dibutuhkan tubuh apabila dikonsumsi dalam jumlah sesuai kebutuhan.
Begitu pula kikil sapi yang mengandung protein kolagen, sementara biji melinjo memiliki kandungan serat, mineral, serta berbagai senyawa alami yang menjadi bagian dari komposisi nutrisinya.
Babat sapi juga mengandung sejumlah zat gizi, sedangkan daging sapi yang menjadi bahan utama rendang menyediakan protein, zat besi, dan berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.
Namun, kandungan gizi bahan makanan tersebut dapat menjadi berbeda ketika makanan diolah dengan cara tertentu atau dikonsumsi bersama bahan lain dalam jumlah berlebihan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses memasak menggunakan suhu tinggi, terutama ketika makanan dibakar atau digoreng dalam waktu dan kondisi tertentu.
Pembakaran langsung pada makanan seperti sate dapat menghasilkan senyawa tertentu akibat proses pemanasan, sehingga cara memasak dan tingkat kematangan makanan perlu menjadi perhatian.
Penggunaan minyak dalam proses penggorengan juga perlu diperhatikan, terutama apabila minyak digunakan berulang kali atau makanan digoreng dengan cara yang membuat kandungan lemaknya meningkat.
Selain cara memasak, kombinasi makanan juga dapat memengaruhi jumlah asupan energi, gula, lemak, dan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh dalam satu waktu.
Konsumsi makanan berlemak bersama nasi atau lontong dalam porsi besar serta minuman tinggi gula dapat membuat asupan energi menjadi lebih tinggi dibandingkan kebutuhan tubuh.
Karena itu, persoalan kesehatan tidak tepat jika hanya diarahkan kepada satu jenis makanan tanpa melihat keseluruhan pola makan dan kebiasaan seseorang sehari-hari.
Penggunaan bahan tambahan dalam pengolahan makanan juga perlu menjadi perhatian karena keamanan bahan yang digunakan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas makanan.
Masyarakat dapat lebih mudah mengontrol kualitas makanan dengan mengolah sendiri bahan pangan di rumah, termasuk mengatur penggunaan minyak, gula, garam, dan bahan tambahan lainnya.
Selain itu, porsi makanan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang serta kondisi kesehatan yang dimiliki, terutama bagi mereka yang mempunyai masalah metabolisme tertentu.
Penderita diabetes, gangguan ginjal, asam urat, atau kondisi kesehatan lainnya sebaiknya menyesuaikan pilihan makanan dengan anjuran tenaga kesehatan yang menangani kondisinya.
Dengan demikian, masyarakat tetap dapat menikmati kuliner Nusantara dengan memperhatikan cara pengolahan, ukuran porsi, kombinasi makanan, serta keseimbangan pola makan secara keseluruhan.
Kuliner tradisional tidak perlu selalu ditempatkan sebagai musuh kesehatan, karena yang tidak kalah penting adalah bagaimana makanan tersebut diolah dan dikonsumsi secara bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....