Orang Tua Perlu Tepat Tangani Demam Anak
- 31 Agt 2026 04:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Demam pada anak sering membuat orang tua segera mengambil kompres, namun cara penanganan yang keliru justru dapat membuat anak semakin tidak nyaman.
Penjelasan mengenai penanganan demam pada anak tersebut disampaikan dalam video kesehatan kanal YouTube Halodoc yang diunggah pada 28 Agustus 2026, termasuk cara menggunakan kompres secara tepat.
Demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi infeksi, sehingga pemberian kompres bertujuan membantu menurunkan suhu sekaligus membuat anak merasa lebih nyaman.
Salah satu kekeliruan yang masih dilakukan sebagian orang tua adalah menggunakan air es dengan anggapan suhu dingin dapat mempercepat penurunan panas tubuh anak.
Penggunaan air es justru dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi serta memicu tubuh anak menggigil ketika menghadapi suhu yang terlalu dingin.
Kondisi menggigil tersebut dapat membuat tubuh menghasilkan panas lebih banyak, sehingga penggunaan air es tidak menjadi pilihan yang dianjurkan untuk membantu menangani demam anak.
Kompres juga tidak dianjurkan menggunakan alkohol karena zat tersebut dapat terhirup melalui uap atau terserap melalui kulit anak yang masih sensitif.
Menurut penjelasan Halodoc, kompres sebaiknya menggunakan air hangat atau suam-suam kuku dengan membasahi handuk atau waslap, kemudian memerasnya hingga tidak terlalu basah.
Kompres dapat ditempelkan pada bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar, seperti lipatan ketiak dan lipatan paha atau selangkangan.
Kompres pada dahi tetap dapat dilakukan apabila membuat anak merasa nyaman, tetapi penggunaannya tidak perlu menjadi satu-satunya area yang menjadi perhatian orang tua.
Handuk atau waslap yang digunakan dapat kembali dibasahi dengan air hangat ketika mulai dingin, kemudian proses tersebut dilakukan selama sekitar 10 hingga 15 menit.
Selain cara mengompres, orang tua perlu memperhatikan pakaian yang dikenakan anak ketika mengalami demam agar panas tubuh tidak terperangkap secara berlebihan.
Mengenakan pakaian terlalu tebal atau membungkus anak menggunakan selimut berlapis-lapis dapat menghambat pelepasan panas dan membuat anak semakin tidak nyaman.
Karena itu, anak yang mengalami demam sebaiknya mengenakan pakaian yang tipis dan nyaman, sementara orang tua tetap memantau kondisi tubuh secara keseluruhan.
Orang tua juga tidak disarankan hanya berpatokan pada angka yang ditunjukkan termometer, tetapi perlu memperhatikan perubahan kondisi fisik dan perilaku anak.
Jika demam disertai kejang, sesak napas, tubuh sangat lemas, sulit dibangunkan, atau berlangsung selama beberapa hari, orang tua perlu segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemahaman mengenai cara menangani demam secara tepat membantu orang tua memberikan pertolongan yang lebih aman sekaligus menjaga anak tetap nyaman selama proses pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....