Enggan Minta Tolong? Pakar Ungkap Alasan Psikologis Dibaliknya
- 31 Agt 2026 06:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kebiasaan seseorang menyelesaikan seluruh pekerjaan seorang diri dan enggan meminta bantuan tidak selalu menunjukkan sifat mandiri atau keras kepala, tetapi dapat berkaitan dengan pengalaman psikologis masa lalu.
Fenomena tersebut dibahas dalam tayangan kanal YouTube Psikologi Sederhana yang ditayangkan pada 14 Juli 2026, dengan mengulas faktor psikologis yang melatarbelakangi kebiasaan seseorang memikul beban tanpa meminta bantuan orang lain.
Dalam perspektif psikologi, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan learned self-sufficiency atau kemandirian yang dipelajari melalui pengalaman hidup, terutama ketika seseorang terbiasa menghadapi persoalan tanpa memperoleh dukungan yang memadai.
Pola kemandirian tersebut dapat terbentuk ketika seseorang tumbuh dalam lingkungan yang menjadikan kemampuan mengurus berbagai kebutuhan secara mandiri sebagai ukuran penerimaan atau penghargaan.
Pengalaman ketika permintaan bantuan tidak mendapatkan respons atau justru diabaikan dapat membuat seseorang menyimpulkan bahwa meminta pertolongan merupakan tindakan yang tidak berguna dan berisiko bagi dirinya.
Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan contingent self-worth atau harga diri bersyarat, ketika seseorang merasa dirinya berharga apabila mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara mandiri.
Dalam kondisi seperti itu, meminta bantuan kepada orang lain dapat dipersepsikan sebagai bentuk kegagalan pribadi karena bertentangan dengan standar kemampuan yang telah dibangun dalam dirinya.
Sejumlah kajian psikologi yang dibahas dalam tayangan tersebut juga mengaitkan pola self-reliance yang kuat dengan respons emosional ketika seseorang berada dalam situasi yang mengharuskannya bergantung kepada orang lain.
Bagi individu dengan pola tersebut, ketergantungan dapat dipersepsikan sebagai ancaman terhadap rasa aman secara emosional sehingga mereka cenderung memilih menyelesaikan persoalan sendiri.
Menariknya, terdapat paradoks dalam perilaku tersebut karena individu yang paling enggan merepotkan orang lain justru dapat menjadi pihak yang cepat memberikan bantuan ketika orang di sekitarnya membutuhkan pertolongan.
Memberikan bantuan kepada orang lain dapat terasa lebih aman karena individu tetap berada dalam posisi sebagai pihak yang mampu membantu tanpa harus memperlihatkan kerentanan emosional kepada orang lain.
Tayangan Psikologi Sederhana menjelaskan bahwa kemandirian ekstrem dapat menjadi mekanisme koping yang terbentuk dari pengalaman tertentu, sehingga tidak selalu tepat dipahami sebagai bentuk kekuatan karakter semata.
Meski demikian, belajar mengenali kebutuhan diri dan meminta bantuan ketika diperlukan merupakan bagian dari kemampuan membangun hubungan interpersonal yang sehat dan saling mendukung.
Proses membuka diri dapat dilakukan secara bertahap dengan mulai menyampaikan kebutuhan sederhana kepada keluarga, sahabat, atau orang lain yang dipercaya dan dirasakan aman.
Pemahaman terhadap akar perilaku tersebut membantu seseorang membedakan kemandirian yang sehat dengan kebiasaan memikul seluruh beban seorang diri karena merasa tidak boleh bergantung kepada orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....