Ambidextrous: Kelebihan Unik atau Kelainan?
- 25 Agt 2026 19:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Mampu menggunakan tangan kanan dan kiri sama baiknya terdengar seperti kemampuan istimewa. Namun, apakah ambidextrous merupakan kelebihan atau justru sebuah kelainan?
Dilansir Halodoc pada 25 Agustus 2026, ambidextrous merupakan kondisi ketika seseorang tidak memiliki dominasi tangan yang jelas. Kedua tangan dapat digunakan secara efisien untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Kemampuan tersebut dapat terlihat saat seseorang menulis, makan, menggunakan peralatan, hingga berolahraga. Berbeda dengan mixed-handedness atau cross-dominance, ambidextrous menunjukkan penggunaan kedua tangan secara relatif seimbang.
Hanya sekitar satu persen penduduk dunia yang benar-benar ambidextrous sejak lahir. Kondisi ini berkaitan dengan cara sistem saraf mengatur fungsi motorik kedua sisi tubuh.
Salah satu faktor yang disebut berkaitan dengan ambidextrous adalah struktur neurologis pada otak. Peran corpus callosum, faktor genetik, serta perkembangan sebelum kelahiran turut disebut dalam pembentukan dominasi tangan.
Kemampuan ini juga dapat dikenali sejak masa kanak-kanak melalui kebiasaan menggunakan tangan. Konsistensi saat melakukan berbagai aktivitas menjadi salah satu petunjuk untuk melihat kecenderungan tersebut.
Menariknya, ambidextrous tidak selalu berarti seseorang terlahir dengan kemampuan menggunakan kedua tangan secara seimbang. Lingkungan dan kebiasaan tertentu juga dapat membuat seseorang mengembangkan kemampuan menggunakan tangan yang berbeda.
Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan tersebut dapat menjadi keuntungan dalam sejumlah aktivitas. Ketangkasan menggunakan kedua tangan dapat mendukung kegiatan seni, olahraga, maupun pekerjaan yang membutuhkan koordinasi motorik.
Namun, ambidextrous tidak otomatis dapat disebut sebagai kelainan yang membutuhkan pengobatan. Halodoc menyebut kondisi tersebut sebagai variasi neurologis yang perlu dipahami sesuai perkembangan setiap individu.
Identifikasi kemampuan ambidextrous dapat dilakukan melalui tes performa motorik dan kuesioner tertentu. Pemeriksaan tersebut bertujuan membedakan kemampuan alami dengan keterampilan yang terbentuk melalui kebiasaan.
Pada anak-anak, pemahaman mengenai dominasi tangan dapat membantu lingkungan pendidikan memberikan pendekatan yang sesuai. Stimulasi sebaiknya diberikan secara seimbang tanpa memaksa anak menggunakan tangan tertentu.
Pemaksaan dominasi tangan justru disebut dapat memberikan dampak kurang baik terhadap perkembangan anak. Karena itu, kemampuan motorik sebaiknya berkembang secara alami sesuai karakteristik masing-masing individu.
Pada akhirnya, ambidextrous lebih tepat dipahami sebagai variasi kemampuan motorik daripada sesuatu yang langsung dianggap sebagai kelainan. Kemampuan menggunakan kedua tangan dapat menjadi kelebihan ketika dipahami dan dikembangkan secara tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....