Seminar Edukasi CML Dorong Pasien Lebih Peduli terhadap Kesehatan dan Kepatuhan

  • 19 Agt 2026 15:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Komunitas CML dan GIST Jawa Barat menggelar Seminar Edukasi untuk pasien CML (Chronic Myeloid Leukemia) yang bertempat di Ruang Konferensi Lantai 5 Gedung Fresia Ilmu Penyakit Dalam (IPD) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memahami Kesehatan Metabolisme dan Endokrin pada Pasien CML dan GIST” sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih luas kepada pasien dan member mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani terapi.

Ketua CML & GIST Jawa Barat, Adrian Rakhmatsyah, mengatakan kegiatan edukasi menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien agar tidak hanya memahami penyakitnya, tetapi juga lebih peduli terhadap kondisi tubuh. “Tujuan kami adalah mengedukasi para pasien dan member CML agar senantiasa peduli terhadap badan, memperhatikan perubahan kondisi kesehatan, serta patuh terhadap pengobatan yang telah diberikan oleh dokter,” ujar Adrian kepada RRI, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut Adrian, kepatuhan dalam menjalani terapi merupakan salah satu hal yang perlu terus ditekankan kepada pasien karena pengobatan CML membutuhkan proses jangka panjang dan pemantauan secara berkala. Ia berharap melalui seminar tersebut para pasien dapat memperoleh informasi terpercaya sehingga lebih percaya diri dalam menjalani pengobatan dan tidak mengambil keputusan sendiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Seminar tersebut menghadirkan Dr. dr. Irani Pandji Fianza, M.Sc., SpPD., Subsp. HO(K), sebagai salah satu pemateri yang membahas evaluasi efek samping terhadap kesehatan umum serta keberhasilan dan respons pengobatan jangka panjang dari terapi target. Materi tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa pengobatan TKI atau terapi target perlu disertai pemantauan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Dr. dr. Irani menjelaskan bahwa terapi TKI memiliki peran penting dalam pengobatan CML, namun penggunaannya tetap perlu dipantau karena setiap pasien dapat memberikan respons dan mengalami efek samping yang berbeda. “Pasien perlu memahami bahwa terapi TKI bukan hanya mengenai minum obat, tetapi juga bagaimana kita memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan dan mengenali apabila muncul keluhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai keluhan yang dirasakan pasien selama menjalani terapi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang biasa tanpa dilakukan evaluasi. Menurutnya, komunikasi antara pasien dan dokter sangat penting agar setiap keluhan dapat dinilai dengan tepat dan dokter dapat menentukan langkah yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Dalam pemaparannya, Dr. dr. Irani juga menekankan pentingnya pemantauan terhadap kesehatan umum selama menjalani terapi jangka panjang. Pemeriksaan dan kontrol secara rutin diperlukan untuk membantu tenaga medis mengevaluasi respons pengobatan sekaligus memperhatikan kemungkinan munculnya efek samping yang dapat memengaruhi kondisi pasien.

Seminar juga menjadi ruang bagi pasien untuk memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali perubahan pada tubuh selama menjalani terapi. Dengan informasi yang tepat, pasien diharapkan dapat lebih cepat menyampaikan keluhan kepada dokter sehingga kondisi kesehatan dapat dievaluasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Adrian Rakhmatsyah menyampaikan bahwa komunitas tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi pasien, tetapi juga menjadi ruang berbagi informasi dan dukungan. “Kami ingin komunitas menjadi tempat bagi teman-teman pasien untuk mendapatkan informasi, saling menguatkan, dan bersama-sama belajar bagaimana menjalani pengobatan dengan lebih baik,” ungkap Adrian.

Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan menghadirkan tenaga medis dan narasumber yang kompeten. Menurutnya, semakin banyak pasien mendapatkan informasi yang benar, semakin besar pula kesadaran mereka untuk menjaga kesehatan, mengikuti jadwal kontrol, dan mematuhi terapi sesuai anjuran dokter.

Peserta seminar juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kondisi kesehatan serta pengobatan yang sedang dijalani. Interaksi tersebut diharapkan dapat membantu pasien memahami bahwa setiap keluhan maupun perubahan kondisi tubuh perlu dikomunikasikan kepada dokter dan tidak sebaiknya ditangani berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Melalui Seminar Edukasi CML dan GIST Jawa Barat, komunitas berharap para pasien dapat terus memiliki semangat untuk menjalani pengobatan serta menjaga kualitas hidupnya. Pesan utama kegiatan tersebut adalah pentingnya informasi, pemahaman, kepedulian terhadap kondisi tubuh, serta kepatuhan menjalani terapi agar pasien dapat melangkah bersama dengan harapan dan dukungan yang lebih kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....