Jangan Anggap Remeh Cedera ACL Saat Berolahraga
- 18 Agt 2026 22:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) menjadi salah satu cedera lutut yang cukup sering dialami saat berolahraga. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tidak hanya atlet profesional. Masyarakat yang gemar berolahraga rekreasi juga memiliki risiko mengalami cedera serupa apabila tidak berhati-hati.
ACL merupakan ligamen yang berfungsi menjaga kestabilan lutut saat bergerak. Cedera biasanya terjadi ketika seseorang salah mendarat setelah melompat, berhenti mendadak, atau mengubah arah gerakan dengan cepat. Aktivitas seperti sepak bola, basket, badminton, hingga futsal menjadi beberapa olahraga yang paling sering dikaitkan dengan cedera ini.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga FKUI-RSCM, dr. Andri MT Lubis, Sp.OT(K), dalam berbagai publikasi ilmiahnya menjelaskan bahwa banyak cedera ACL terjadi tanpa benturan langsung. Gerakan memutar secara tiba-tiba justru menjadi penyebab yang paling sering ditemukan. Karena itu, teknik gerakan yang benar saat berolahraga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
Gejala yang paling umum adalah muncul bunyi "pop" pada lutut, disertai nyeri dan pembengkakan. Lutut juga terasa goyah sehingga penderitanya kesulitan berdiri atau berjalan dengan normal. Pada beberapa kasus, keluhan tersebut muncul sesaat setelah cedera terjadi dan semakin terasa dalam beberapa jam berikutnya.
Jika tidak ditangani dengan baik, cedera ACL dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kerusakan meniskus maupun sendi lutut. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah terjadinya gangguan yang lebih berat di kemudian hari.
Penanganan cedera tidak selalu harus melalui operasi. Pada beberapa kasus, dokter dapat menyarankan fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan otot dan fungsi lutut, sedangkan robekan yang berat umumnya memerlukan tindakan rekonstruksi ACL. Jenis penanganan akan disesuaikan dengan tingkat cedera, usia, serta kebutuhan aktivitas masing-masing pasien.
Karena itu, penting melakukan pemanasan sebelum berolahraga, melatih kekuatan otot tungkai, serta menggunakan teknik gerakan yang benar. Jika lutut terasa nyeri, bengkak, atau tidak stabil setelah beraktivitas, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan lutut sekaligus mengurangi risiko cedera saat berolahraga
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....