Kenali Bell's Palsy, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
- 06 Agt 2026 15:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bell's palsy merupakan kondisi yang menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi wajah akibat gangguan pada saraf fasialis. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan yang tepat agar peluang pemulihan menjadi lebih optimal.
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bandung, dr. Sri Mulyani, menjelaskan Bell's palsy hanya menyerang satu sisi wajah, baik kanan maupun kiri. Gejalanya dapat muncul mendadak dan umumnya dapat membaik dalam hitungan minggu hingga beberapa bulan apabila ditangani dengan baik.
"Bell's palsy itu suatu keadaan di mana seseorang wajahnya lumpuh sebelah. Hanya satu sisi, sisi kanan atau sisi kiri. Itu biasanya karena ada gangguan pada saraf fasialis yang mempersarafi bagian wajah," jelas dr. Sri Mulyani saat siaran di Pro 1 RRI Bandung, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, masyarakat perlu mengenali gejala awal Bell's palsy, seperti senyum yang tampak miring, kesulitan menutup salah satu mata, mata berair, hingga air liur yang keluar tanpa disadari. Kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan panik, tetapi harus segera diperhatikan agar penyebabnya dapat diketahui.
dr. Sri Mulyani mengatakan terdapat golden period atau waktu emas penanganan Bell's palsy, yakni dalam 72 jam atau sekitar tiga hari sejak gejala muncul. "Untuk Bell's palsy itu ada golden period, yaitu 72 jam atau sekitar tiga hari. Kalau tidak ada gejala lain selain di wajah, bisa dilakukan kompres hangat dan pijatan ringan sambil segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila kelumpuhan wajah disertai gejala lain seperti kelemahan pada lengan atau tubuh, sakit kepala, pusing, maupun vertigo, masyarakat harus segera mendatangi rumah sakit atau instalasi gawat darurat. Kondisi tersebut dikhawatirkan berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf pusat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain penanganan medis, dr. Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Ia menyarankan agar masyarakat menghindari stres, tidak begadang, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga kondisi tubuh tetap bugar guna menurunkan risiko terjadinya Bell's palsy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....