Dopamine Menu, Tren Lifestyle 2026 untuk Menjaga Kesehatan Mental

  • 31 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Setelah tren slow living dan sleepmaxxing, kini muncul gaya hidup baru yang dikenal sebagai “dopamine menu”. Konsep ini menjadi perbincangan di media sosial sepanjang 2026 karena dinilai dapat membantu seseorang mengelola stres melalui aktivitas sederhana yang memberikan rasa senang tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dopamine menu bukan berkaitan dengan makanan, melainkan daftar aktivitas yang dapat memicu perasaan nyaman dan meningkatkan suasana hati. Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh praktisi kesehatan mental Jessica McCabe melalui kanal YouTube miliknya, How to ADHD, pada tahun 2020 dan kemudian berkembang luas di berbagai platform digital sebagai cara sederhana menjaga keseimbangan emosional.

Aktivitas dalam dopamine menu dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, seperti berjalan kaki di pagi hari, membaca buku, mendengarkan musik favorit, menulis jurnal, berkebun, menikmati secangkir teh atau kopi, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga. Aktivitas tersebut dinilai mampu memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi tekanan setelah menjalani rutinitas yang padat.

Kementerian Kesehatan RI dalam berbagai materi edukasi yang dipublikasikan sepanjang 2025–2026, masyarakat dianjurkan mengenali sumber stres serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat.

Psikolog menilai dopamine menu dapat menjadi salah satu strategi sederhana untuk mengurangi ketergantungan pada media sosial sebagai sumber hiburan. Dengan memiliki daftar aktivitas positif, seseorang tidak selalu mencari pelarian melalui penggunaan gawai yang berlebihan.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa dopamine menu bukan merupakan terapi untuk gangguan kesehatan mental. Apabila seseorang mengalami stres berat, kecemasan berkepanjangan, atau gejala depresi yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Tren ini juga mengajarkan bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, masyarakat dapat menciptakan keseimbangan hidup sekaligus meningkatkan kualitas kesejahteraan emosional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....