Minum Air Putih Cukup Setiap Hari, Menjaga Kesehatan Tubuh

  • 31 Agt 2026 14:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Air putih merupakan kebutuhan dasar yang sering kali dianggap sepele. Padahal, hampir 60–70 persen tubuh manusia terdiri atas air yang berperan penting dalam menjaga fungsi organ, mengatur suhu tubuh, mengangkut nutrisi, hingga membantu proses pembuangan zat sisa metabolisme.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahwa mencukupi kebutuhan cairan setiap hari merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan. Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada menurunnya konsentrasi, kelelahan, sakit kepala, hingga gangguan fungsi organ apabila berlangsung dalam waktu lama.

Dalam artikel "Minum Air Putih untuk Kesehatan" yang dipublikasikan pada platform Knowledge Management System (KMS) Kementerian Kesehatan RI pada 13 Maret 2025, penulis Rodhiyah Nur Janti menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan air agar setiap sel, jaringan, dan organ dapat bekerja secara optimal. Orang dewasa umumnya dianjurkan mengonsumsi sekitar 2 liter air atau setara delapan gelas per hari, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda tergantung usia, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi lingkungan.

Menurut Kemenkes, kecukupan air putih memberikan berbagai manfaat, antara lain membantu mencegah dehidrasi, menjaga kesehatan sendi dan otot, membantu menjaga tekanan darah, meningkatkan konsentrasi, mencegah sembelit, mengurangi risiko batu ginjal, serta mendukung kinerja jantung. Air juga berperan dalam menjaga stamina karena membantu proses distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Pentingnya menjaga hidrasi juga disampaikan Dini Yulia, SKM, MARS dari RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, dalam artikel "Sayangi Ginjal dengan Kecukupan Minum Air Putih Selama Berpuasa" yang diterbitkan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI pada 13 Maret 2025. Ia menjelaskan bahwa ginjal memerlukan kecukupan cairan agar mampu menyaring darah, membuang limbah melalui urine, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh secara optimal.

Dini Yulia menambahkan bahwa minum air putih yang cukup membantu menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Asupan cairan yang memadai juga membantu menjaga volume darah sehingga tekanan darah tetap stabil. Sebaliknya, kekurangan cairan dapat meningkatkan beban kerja ginjal dan mengganggu fungsi penyaringan darah.

Meski demikian, Kemenkes mengingatkan bahwa kebutuhan cairan tidak dapat disamaratakan. Orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, berolahraga, bekerja di lingkungan panas, atau sedang mengalami demam biasanya memerlukan asupan cairan lebih banyak dibandingkan orang dengan aktivitas ringan. Sebaliknya, penderita penyakit ginjal tertentu perlu mengikuti anjuran dokter mengenai jumlah cairan yang boleh dikonsumsi setiap hari.

Selain memenuhi kebutuhan cairan, masyarakat juga dianjurkan mengurangi konsumsi minuman berpemanis dan lebih membiasakan minum air putih sebagai pilihan utama. Langkah sederhana seperti membawa botol minum sendiri saat beraktivitas dapat membantu menjaga kecukupan cairan sekaligus mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.

Kebiasaan minum air putih secara teratur juga sebaiknya dilakukan sebelum muncul rasa haus. Rasa haus merupakan salah satu tanda awal bahwa tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. Oleh karena itu, menjaga pola minum secara konsisten menjadi bagian penting dari penerapan gaya hidup sehat.

Dengan berbagai manfaat tersebut, mencukupi kebutuhan air putih setiap hari bukan sekadar menghilangkan dahaga, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Di tengah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi langkah preventif yang mudah diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....