Camat dan Kades di Tasikmalaya Diminta Aktif Lakukan Antisipasi Stunting
- 27 Jul 2026 19:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya menekan angka stunting di wilayahnya.
Untuk terus menekan stunting, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, bahkan menginstruksikan camat, kepala desa, dan puskesmas aktif melakukan pencegahan.
Asep mengatakan, camat, perangkat desa, serta puskesmas dekat dengan lingkungan warga. Sehingga seharusnya tahu apa yang ada di masyarakat.
“Jangan hanya di belakang meja saja. Turun ke bawah. Stunting itu bisa dicegah, ini bukan sesuatu yang tidak bisa diantisipasi. Tapi saya heran kasusnya selalu ada,” katanya, Senin 27 Juli 2026.
Antisipasi bisa dilakukan dengan berbagai hal, camat atau perangkat desa, dan puskesmas bisa aktif turun ke sekolah untuk memberikan tablet tambah darah untuk remaja putri.”jadi antisipasi bisa dilakukan, sehingga jika dilakukan dengan baik, kasusnya tidak ada. Tapi jika tidak diantisipasi dengan intervensi kasusnya ada lagi. Jadi kerja sebagai pemerintah, atau yang punya kewenangan dan ilmu tapi tidak bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, ya percuma,” kata Asep.
Wabup meminta, ke depan pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa lebih aktif dalam mengantisipasi stunting.” Kalau aktif dicegah, kasus dapat ditekan,” ujarnya.
Sementara itu Hendra (50) warga Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, langkah aktif kecamatan dan desa sudah seharusnya dilakukan.Sebab menurutnya, camat dan desa merupakan unsur pemerintahan terdekat dengan masyarakat.
“Iya, camat dan desa harus sering turun ke warga. Sehingga, mampu bertindak cepat untuk mengantisipasi stunting,” katanya.
Sementara berdasarkan open data Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, angka stunting saat ini berada pada angka 17,1 persen. Angka ini diatas angka stunting di Jawa Barat sebesar 15,9 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....