Kesiapan Hadapi Ancaman Penyakit Zoonotik Melalui Sinergi Berbagai Pihak
- 12 Jul 2026 14:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat kesiapsiagaan, menghadapi ancaman penyakit zoonotik atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Melalui Dinas Kesehatan, upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonotik
Lokarya itu bersama Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) dan Kelompok Kerja Komunikasi Risiko serta Pelibatan Masyarakat (RCCE). Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Peternakan,
Dinas Komunikasi dan Informatika, Palang Merah Indonesia (PMI), promotor kesehatan, organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, serta insan media. Keterlibatan lintas sektor tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi potensi penyebaran penyakit zoonotik seperti rabies, flu burung, antraks, dan leptospirosis.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Barat, H. Dudy Prabowo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini, sebelum munculnya wabah. "Masa ketika belum terjadi penyebaran penyakit merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat koordinasi, menyusun strategi, serta memastikan setiap sektor memahami perannya dalam upaya pencegahan dan penanganan," kata Dudy, Sabtu 11 Juli 2926.
Selain memperkuat kesiapan teknis, lokakarya juga membahas strategi komunikasi risiko kepada masyarakat. Materi yang diberikan mencakup peningkatan partisipasi masyarakat, penyampaian informasi kesehatan yang efektif, hingga langkah menghadapi penyebaran hoaks yang kerap muncul saat terjadi ancaman wabah.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Enung Masruroh, menyebut pengalaman pandemi COVID-19 dan wabah flu burung sebelumnya menjadi pelajaran penting untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih baik.
Dalam sesi teknis, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kabupaten Bandung Barat, drh. Acep Rohimat, menjelaskan berbagai penyakit zoonotik beserta upaya pencegahannya.
"Oleh karena itu, penting vaksinasi rutin bagi hewan peliharaan sebagai langkah mencegah rabies, kewaspadaan terhadap unggas yang sakit atau mati mendadak untuk menghindari flu burung, serta penggunaan alas kaki tertutup saat beraktivitas di area yang tergenang guna mengurangi risiko leptospirosis," jelas Acep
Program Manager Portkesmas, dr. Basra Ahmad Amru, mengatakan Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu daerah yang memperoleh penguatan kapasitas dalam program edukasi zoonosis bersama sejumlah wilayah lain di Indonesia. Menurutnya, jejaring kerja yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting agar upaya pencegahan maupun penanganan penyakit zoonotik dapat berjalan lebih efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....