Social Anxiety Disorder, saat Situasi Sosial Terasa Menakutkan

  • 30 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Anxiety
  • Social Anxiety Disorder
  • Mental Health

RRI.CO.ID, Bandung - Tidak sedikit orang merasa gugup saat baru berbicara di depan umum atau sekadar bertemu orang baru. Namun, jika rasa takut tersebut muncul secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut bisa menjadi tanda Social Anxiety Disorder atau gangguan kecemasan sosial.

Dilansir dari Alodokter, Social Anxiety Disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan rasa takut atau cemas yang intens ketika berada dalam situasi sosial. Penderitanya kerap merasa khawatir akan dinilai, dipermalukan atau melakukan kesalahan di hadapan orang lain.

Permasalahannya adalah rasa cemas tersebut tidak hanya muncul saat berbicara di depan banyak orang. Aktivitas sederhana seperti memulai percakapan, makan di tempat umum, bertemu orang baru, hingga menyampaikan pendapat dalam forum juga dapat menjadi situasi yang menakutkan bagi penderita.

Halodoc menjelaskan bahwa kondisi ini sering kali disertai gejala fisik, seperti jantung berdebar, tangan berkeringat, tubuh gemetar, wajah memerah, hingga kesulitan berbicara akibat rasa cemas yang berlebihan. Akibatnya, penderita cenderung menghindari situasi sosial agar tidak merasakan kecemasan tersebut.

Dilansir dari Mayo Clinic, Social Anxiety Disorder berbeda dengan rasa malu yang sesekali dialami setiap orang. Gangguan ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga hubungan sosial karena penderitanya terus-menerus menghindari interaksi yang dianggap dapat memicu kecemasan.

Penyebab Social Anxiety Disorder hingga kini belum diketahui secara pasti. Primaya Hospital menjelaskan bahwa kondisi ini diduga dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, pengalaman hidup, lingkungan, serta cara kerja otak dalam merespons rasa takut dan kecemasan.

Meski demikian, Social Anxiety Disorder bukan berarti tidak dapat ditangani. Penanganan umumnya dilakukan melalui terapi psikologis, salah satunya Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang bertujuan membantu penderita mengenali serta mengubah pola pikir negatif yang memicu kecemasan.

Salah satu teknik yang sering digunakan dalam CBT adalah Exposure Therapy. Melalui terapi ini, penderita dibimbing untuk menghadapi situasi sosial yang selama ini dihindari secara bertahap dan aman, sehingga dapat belajar bahwa situasi tersebut tidak selalu berbahaya seperti yang dibayangkan.

Semakin sering seseorang menghindari situasi sosial, rasa takut yang muncul justru dapat semakin kuat. Sebaliknya, dengan pendampingan tenaga profesional, paparan yang dilakukan secara bertahap dapat membantu penderita membangun rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan saat berinteraksi dengan orang lain.

Memahami Social Anxiety Disorder menjadi langkah awal untuk mengurangi stigma terhadap penderitanya. Dukungan dari keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar juga berperan penting agar penderita merasa lebih diterima dan memiliki keberanian untuk mencari bantuan profesional apabila diperlukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....