Dukungan Sosial Bantu Korban Kekerasan Pulihkan Trauma Psikologis
- 29 Jun 2026 11:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dampak kekerasan tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Berbagai penelitian dan pendapat pakar menunjukkan bahwa dukungan sosial serta akses layanan kesehatan mental menjadi faktor penting dalam membantu proses pemulihan korban.
Dalam diskusi warganet yang ramai dibagikan ulang, banyak pengguna menyoroti bahwa korban kekerasan kerap mengalami penurunan rasa percaya diri, ketakutan, hingga kesulitan kembali beradaptasi dengan lingkungan sosial. Komentar publik juga menekankan pentingnya dukungan psikologis dan lingkungan terdekat dalam proses pemulihan korban.
Pakar kesehatan jiwa dari World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa gangguan stres pascatrauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dapat terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, termasuk kekerasan yang berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi tersebut ditandai dengan kecemasan, gangguan tidur, munculnya kilas balik peristiwa traumatis, hingga kesulitan membangun kembali rasa aman dan kepercayaan terhadap lingkungan sekitar.
Penelitian dalam Journal of Epidemiology and Public Health (2023) yang dilakukan Karima, Demartoto, dan Murti dari Universitas Sebelas Maret menunjukkan bahwa paparan kekerasan serta minimnya dukungan sosial meningkatkan risiko munculnya gejala PTSD. Sebaliknya, keberadaan keluarga, teman, maupun lingkungan yang suportif terbukti menjadi faktor protektif yang membantu mempercepat pemulihan psikologis korban.
Temuan tersebut sejalan dengan studi meta-analisis yang dilakukan Brewin dan rekan-rekannya dalam literatur psikologi trauma. Penelitian itu menyimpulkan bahwa kurangnya dukungan sosial menjadi salah satu faktor yang memperburuk gejala PTSD setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis. Dukungan emosional, rasa diterima, dan pendampingan dari orang-orang terdekat dinilai berperan penting dalam membangun kembali kondisi psikologis korban.
Selain dukungan dari lingkungan, para pemerhati kesehatan mental juga menilai akses terhadap layanan konseling dan pendampingan profesional perlu diperluas. Kemudahan memperoleh layanan psikolog maupun psikiater dinilai dapat membantu korban mendapatkan penanganan sejak dini sehingga risiko trauma berkepanjangan dapat diminimalkan.
Kasus-kasus kekerasan yang menjadi perhatian publik belakangan ini turut memunculkan kesadaran bahwa penanganan korban tidak cukup berhenti pada proses hukum. Pemulihan psikologis melalui layanan kesehatan mental, dukungan keluarga, serta penerimaan dari lingkungan sosial menjadi bagian penting dalam mengembalikan kualitas hidup korban.
Hingga kini, perhatian masyarakat masih tertuju pada pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam penanganan korban kekerasan. Selain penegakan hukum terhadap pelaku, upaya pemulihan kesehatan mental dinilai menjadi langkah yang tidak kalah penting agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara aman, sehat, dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....