Susu Kedelai dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
- 01 Jun 2026 04:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Susu kedelai semakin dikenal sebagai salah satu alternatif susu yang memiliki kandungan nutrisi cukup lengkap. Meski belum sepopuler susu sapi atau susu kambing, sejumlah penelitian menunjukkan susu kedelai memiliki komposisi gizi yang unik dan mudah dicerna oleh tubuh.
Dosen Gizi dari Universitas Padjadjaran, Dr. Rita Ramayulis, dalam berbagai publikasi ilmiah menjelaskan bahwa susu dengan kandungan protein yang lebih ringan umumnya lebih mudah dicerna dan dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang yang sensitif terhadap susu sapi.
Susu kedelai mengandung protein, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin D, dan vitamin C. Kandungan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Selain itu, susu kedelai juga mengandung senyawa bioaktif seperti lisozim dan laktoferin yang diketahui memiliki sifat antimikroba. Kandungan ini berpotensi membantu tubuh dalam melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
Bagi pria, konsumsi susu kedelai dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan mineral yang diperlukan untuk menjaga massa otot serta kesehatan tulang. Kandungan antioksidannya juga berperan dalam membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa susu kedelai secara khusus dapat meningkatkan testosteron, kejantanan, atau kesuburan pria. Manfaat yang diperoleh lebih banyak berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan tubuh secara umum.
Masyarakat juga disarankan memilih susu kedelai yang telah melalui proses pasteurisasi untuk memastikan keamanan pangan dan mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
Dengan kandungan nutrisi yang dimilikinya, susu keledai dapat menjadi salah satu alternatif sumber gizi dalam pola makan seimbang. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu dan tidak menggantikan pola hidup sehat yang mencakup asupan bergizi, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup.
Sumber: Publikasi ilmiah mengenai komposisi susu kedelai dan literatur gizi klinis yang dipublikasikan hingga 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....