Olahraga Jalan Mundur Dinilai Baik untuk Kesehatan Otak

  • 31 Mei 2026 17:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Jalan kaki menjadi salah satu olahraga sederhana yang banyak dipilih masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, selain berjalan maju seperti biasa, berjalan mundur atau backward walking ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang menarik untuk diketahui.

Dilansir dari kanal YouTube dr. Henry Suhendra, SpOT(K), berjalan mundur dapat memberikan stimulasi yang berbeda bagi tubuh dan otak dibandingkan berjalan maju. Aktivitas ini bahkan disebut mampu meningkatkan fungsi keseimbangan tubuh, memperbaiki postur, hingga merangsang perkembangan otak.

Menurut dr. Henry Suhendra, berjalan mundur membuat otot-otot kaki bekerja lebih optimal. Aktivasi otot yang lebih besar tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan berjalan secara umum, termasuk meningkatkan kecepatan berjalan saat beraktivitas sehari-hari. "Kecepatan berjalan merupakan salah satu indikator kesehatan dan bahkan dikaitkan dengan usia harapan hidup yang lebih panjang," jelasnya.

Selain itu, berjalan mundur juga memberikan tantangan baru bagi sistem saraf. Saat seseorang berjalan maju, tubuh banyak mengandalkan penglihatan untuk menjaga keseimbangan. Sebaliknya, ketika berjalan mundur, tubuh lebih banyak memanfaatkan fungsi otak kecil (cerebellum), telinga bagian dalam, dan sistem propriosepsi yang membantu tubuh mengenali posisi anggota geraknya.

"Karena penglihatan tidak digunakan secara dominan saat berjalan mundur, maka pusat keseimbangan tubuh bekerja lebih aktif. Hal ini diyakini dapat memberikan stimulasi tambahan bagi otak," ungkap dr. Henry.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah perbaikan postur tubuh. Saat berjalan mundur, tubuh secara alami akan berdiri lebih tegak untuk menjaga keseimbangan. Kondisi ini berbeda dengan kebiasaan sebagian orang, khususnya lansia, yang cenderung berjalan dengan posisi membungkuk dan kepala menunduk.

Meski memiliki berbagai manfaat, dr. Henry mengingatkan agar aktivitas berjalan mundur dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan. Pengguna disarankan memilih area yang datar, tidak ramai, serta bebas dari hambatan agar terhindar dari risiko terjatuh atau menabrak benda di sekitar.

Bagi pemula yang belum terbiasa, berjalan mundur dapat dilakukan dengan bantuan pegangan seperti tembok atau pagar sebagai penopang keseimbangan. Setelah terbiasa, latihan dapat dilakukan secara mandiri dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Menurutnya, olahraga sederhana seperti berjalan mundur dapat menjadi alternatif latihan yang murah, mudah dilakukan, dan bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun fungsi otak. Namun demikian, aktivitas ini tetap perlu dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....