Kenali Hantavirus, Infeksi Langka yang Dibawa Tikus

  • 20 Mei 2026 14:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Hantavirus menjadi perhatian karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius pada manusia yang terinfeksi. Virus ini umumnya dibawa hewan pengerat dan menyebar melalui kotoran maupun air liur tikus.

Melansir dari Eatingwell, di Amerika Serikat, jenis hantavirus paling sering ditemukan berasal dari tikus rusa atau deer mice. Meski kasusnya tergolong jarang, infeksi hantavirus dapat berkembang menjadi kondisi berbahaya bagi kesehatan manusia.

Gejala awal infeksi sering menyerupai flu sehingga cukup sulit dikenali pada tahap pertama kemunculannya. Penderita biasanya mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga tubuh terasa sangat lelah.

Dalam kondisi lebih parah, penderita dapat mengalami batuk dan sesak akibat penumpukan cairan pada paru-paru. Karena gejalanya bisa memburuk dengan cepat, penanganan medis perlu segera dilakukan setelah muncul keluhan serius.

Penularan hantavirus umumnya terjadi saat seseorang menghirup partikel dari kotoran atau urine tikus terinfeksi. Risiko meningkat ketika membersihkan gudang, loteng, atau ruangan tertutup yang dipenuhi sarang tikus.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan menjaga kebersihan rumah dan menutup celah masuk hewan pengerat. Makanan juga sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup agar tidak mengundang tikus mendekati area hunian.

Saat membersihkan kotoran tikus, hindari menyapu dalam kondisi kering karena partikel dapat beterbangan ke udara. Gunakan cairan disinfektan, sarung tangan, dan pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik selama pembersihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....