Unisba-KIBI Gelar Bakti Kesehatan, Warga Parongpong Dapat Layanan Gratis

  • 14 Mei 2026 14:19 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Parongpong - Ratusan warga dari tujuh desa datang bergantian untuk mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis yang digelar Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI), di Kantor Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 13 Mei 2026.

Sekitar 300 warga mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dalam dua sesi. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai tuberkulosis (TB), pemeriksaan IVA Test, dan Pap Smear.

Layanan kesehatan yang diberikan cukup lengkap, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi dokter, hingga pengobatan sesuai kebutuhan medis.

Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bekti Rahimah, mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Menurutnya, edukasi mengenai TBC dan deteksi dini kanker serviks masih sangat dibutuhkan karena tingkat kesadaran masyarakat terkait dua persoalan kesehatan tersebut belum merata.

“TBC bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan edukasi. Masyarakat perlu memahami pentingnya pemeriksaan dan pengobatan sejak dini,” katanya.

Wakil Rektor Bidang PASDUK Unisba, Dr. Helmi Aziz, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi agar hasil pendidikan dan penelitian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. dr. Wida Purbaningsih, menegaskan bahwa TB bukan penyakit yang harus disembunyikan.

“TB bukan penyakit aib dan bisa disembuhkan. Pemeriksaan dan pengobatannya juga gratis, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan diri,” ujarnya.

Ketua KIBI, Prof. Asmarinah, menjelaskan bahwa konsorsium yang kini menaungi puluhan program studi ilmu biomedik di Indonesia itu ingin memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik saja.

“Kami ingin ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Camat Parongpong, Drs. Agus Ganjar Hidayat, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pelayanan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran pola hidup sehat dan upaya pencegahan stunting.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat bisa melakukan deteksi dini penyakit sekaligus mendapatkan edukasi kesehatan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....