Waspadai Batu Empedu sejak Dini
- 04 Mei 2026 11:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Batu empedu merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering tidak disadari karena pada awalnya tidak menimbulkan gejala. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan nyeri hebat hingga komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Hal tersebut disampaikan dr. Sri Mulyani, dokter umum, anggota IDI Kabupaten Bandung, sekaligus pengurus Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Cabang Kabupaten Bandung, dalam Program Ruang Konsultasi Kesehatan di Pro 1 RRI Bandung, Sabtu, 2 Mei 2026. Menurut dr. Sri Mulyani, batu empedu merupakan endapan dari zat seperti kolesterol dan bilirubin yang terdapat dalam cairan empedu.
Endapan tersebut terjadi karena cairan empedu tidak terbuang dengan baik sehingga lama-kelamaan mengeras dan membentuk batu. “Batu empedu itu adalah endapan dari kolesterol dan bilirubin. Cairan yang ada di dalam kantung empedu tidak terbuang dengan benar, lama-lama mengendap dan mengeras,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bilirubin merupakan salah satu zat hasil pemecahan sel darah merah yang diproduksi oleh hati. Dalam kondisi normal, zat ini membantu proses pencernaan, namun jika produksinya berlebihan dapat memicu terbentuknya batu empedu.
Faktor risiko batu empedu antara lain pola hidup tidak sehat, kurang olahraga, serta konsumsi makanan tinggi lemak. Selain itu, usia di atas 40 tahun, perempuan, serta adanya penyakit penyerta seperti diabetes juga meningkatkan risiko seseorang mengalami batu empedu.
Menurutnya, perempuan lebih rentan karena pengaruh hormon estrogen yang dapat memicu pembentukan batu empedu. Faktor keturunan juga berperan, sehingga seseorang dengan riwayat keluarga penderita batu empedu memiliki risiko lebih tinggi.
Batu empedu umumnya tidak menimbulkan gejala jika ukurannya masih kecil dan tidak menyumbat saluran empedu. Namun, ketika batu membesar dan menyebabkan sumbatan, barulah muncul gejala yang cukup serius.
Gejala yang dapat dirasakan antara lain nyeri perut hebat, mual, muntah, hingga demam. Dalam kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami perubahan warna urine menjadi lebih gelap serta tinja yang tampak lebih pucat atau berbeda dari biasanya.
“Biasanya pasien datang ke dokter setelah timbul rasa sakit hebat, mual muntah, bahkan sampai kuning,” jelasnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa batu empedu sudah menyebabkan gangguan yang cukup berat.
Untuk penanganan, batu empedu dengan ukuran kecil masih dapat diobati dengan obat-obatan, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, jika kondisi sudah parah, tindakan operasi pengangkatan kantung empedu menjadi pilihan yang paling efektif.
Setelah operasi, tubuh biasanya memerlukan waktu untuk beradaptasi karena tidak lagi memiliki tempat penyimpanan empedu. Beberapa keluhan seperti mual, rasa tidak nyaman di perut, atau diare dapat muncul sementara, namun kondisi ini akan membaik seiring waktu.
Penulis: Raissa Mutiara Gayatri-RRI Bandung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....