Bupati Reynaldi Berharap Rakor Kesehatan Dapat Diimplementasikan Dilapangan
- 29 Apr 2026 10:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Pemkab Subang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Layanan Kesehatan, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati (RRB 2), Selasa 28 April 2026. Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BP4D, Kepala Dinas Sosial, Direktur RSUD, para camat, serta seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Subang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Dwinan Marchiawati, MARS., melaporkan seluruh kepala puskesmas hadir dalam rapat tersebut, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyamakan persepsi, dan standar pelayanan kesehatan. Ia menegaskan, pentingnya peningkatan kualitas layanan, mengingat tingginya jumlah kunjungan pasien, yang mayoritas merupakan pasien datang langsung tanpa rujukan.
"Kami berkomitmen, untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat," Kata dr. Dwinan.
Direktur RSUD Subang dr. Ahmad Nasuhi mengungkapkan, tingkat kunjungan pasien, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), mengalami lonjakan signifikan. Dengan kapasitas 280 tempat tidur, RSUD Subang saat ini menghadapi tingkat keterisian yang tinggi, bahkan antrean pasien di IGD, dapat mencapai hingga 12 jam, jauh dari standar pelayanan ideal di bawah 6 jam.
"Kondisi ini diperparah dengan kebijakan yang tidak memperbolehkan penolakan pasien, sehingga fasilitas yang ada harus tetap melayani, meskipun kapasitas terbatas. Selain itu, keterbatasan alat kesehatan serta tingginya kasus penyakit kronis, seperti gagal ginjal yang membutuhkan layanan cuci darah, turut menjadi tantangan tersendiri dalam pembiayaan dan pelayanan," ungkap dr. Ahmad Nasuhi.
Sementara itu, Ojang Sohandi selaku ketua TP2D menekankan, pentingnya sinkronisasi sistem layanan kesehatan, khususnya dalam pengaturan jadwal dokter spesialis, agar dapat melakukan kunjungan ke puskesmas. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit.
"Hal ini sejalan dengan target Bupati, agar sebanyak 144 jenis penyakit dapat ditangani secara optimal di tingkat puskesmas," terang Ojang Sohandi.
Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar menyampaikan, capaian indikator kesehatan daerah, menunjukkan tren positif. Angka harapan hidup di Kabupaten Subang meningkat, dari 73,51 pada tahun 2024 menjadi 75,41 pada tahun 2025, melampaui target yang ditetapkan sebesar 75,31.
"Meski demikian, capaian statistik tersebut, harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan, yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mengingat kondisi IGD yang masih padat, serta tingginya angka rujukan dari puskesmas," tutur Iwan Syahrul Anwar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni menegaskan, pentingnya sektor kesehatan sebagai fondasi utama jalannya pembangunan daerah. Karena menurutnya, kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
"Sektor kesehatan menjadi sangat penting bagi masyarakat, dan menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat," ujar Asep Nuroni.
Di tempat yang sama, Bupati Subang atau yang akrab disapa Kang Rey menegaskan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam urusan kesehatan. Karena, masalah kesehatan masyarakat, sudah menjadi komitmen yang selama ini.
“Urusan kesehatan masyarakat Kabupaten Subang ini, bukan cuma tugas RSUD, puskesmas, dan Dinkes. Makanya saya mengundang seluruh camat,” tegas Kang Rey.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan layanan di tingkat puskesmas. Dimana puskesmas menjadi garda terdepan dalam menangani 144 jenis penyakit yang harus tuntas pelayanannya di puskesmas.
“Mau IGD saya tambah bed-nya, walaupun sekarang sudah bertambah, itu semua bisa dimaksimalkan kalau di awalnya belum terselesaikan,” ujarnya.
Dari total 40 puskesmas yang ada, sebanyak 25 puskesmas telah memiliki layanan rawat inap, sementara sisanya masih perlu ditingkatkan.
Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan rencana pemerataan layanan kesehatan wilayah.
“Walau saya ingin membangun RS di Pantura, namun di selatan seperti Tanjungsiang, kalau mau ke RS jauh. Saya berharap, kita bisa menaikan PKM Jalancagak menjadi RS. Subang bagian selatan pun sama pentingnya,” ungkapnya.
Bupati juga menekankan, pentingnya pemerataan tenaga medis. Kedepan pihaknya akan melakukan pemerataan tenga medis di seluruh Puskesmas.
“Seharusnya merata jumlah dokter yang ada di puskesmas,” ujarnya, sembari meminta Dinas Kesehatan menyusun kajian komprehensif, terkait kebutuhan anggaran, kondisi fasilitas, serta tantangan yang dihadapi.
Ia juga meminta, agar hasil rapat tidak berhenti sebagai diskusi semata. Tetapi harus direalisasikan, oleh semua stakeholder yang hadir pada rakor. Ini.
“Tolong dibedah, bukan cuma material, tapi sosialnya, ekonomi, dan pelayanannya. Sehingga hasilnya bukan cuma penambahan anggaran, tapi benar-benar bisa diterapkan, untuk melayani kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....