Waspadai Anemia pada Remaja Putri

  • 28 Apr 2026 11:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Prevalensi anemia pada remaja putri di Kota Bandung menjadi perhatian serius karena jumlahnya mencapai 11 hingga 12 persen atau lebih dari 100 ribu orang. Kondisi ini menjadi alarm penting bagi masyarakat dan tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan remaja, khususnya perempuan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung dr. Deborah Johana Rattu, dalam program dialog Bandung Sore Ini di Pro 1 RRI Bandung, Senin, 27 April 2026.

Menurut dr. Deborah, angka tersebut memang perlu disikapi dengan serius, namun perlu dilihat lebih rinci karena anemia terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu anemia ringan, sedang, berat, hingga kondisi tidak anemia. Dari hasil pemeriksaan, kasus yang paling banyak ditemukan masih berada pada kategori anemia ringan.

“Kalau saya lihat, angkanya itu memang lebih banyak di anemia ringan. Artinya, mungkin saja dari pola perilaku atau pada saat pemeriksaan, kadar darahnya itu memang menurun pada hemoglobinnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi early warning atau peringatan dini agar remaja putri lebih memperhatikan kesehatan tubuhnya. Pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan apakah remaja tersebut benar mengalami anemia atau hanya penurunan sementara pada kadar hemoglobin.

Menurutnya, salah satu penyebab utama anemia pada remaja putri adalah pola makan yang kurang baik. Pada usia remaja, perubahan hormonal sangat tinggi, ditambah kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas, pola makan tidak teratur, serta kondisi menstruasi yang turut mempengaruhi kadar zat besi dalam tubuh.

Selain itu, konsumsi minuman seperti teh, kopi, dan susu setelah makan juga dapat menghambat penyerapan zat besi. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah anemia, terutama bagi remaja putri yang sedang mengalami masa pertumbuhan.

“Salah satu faktornya juga konsumsi zat inhibitor, artinya zat besi itu biasanya akan dihambat oleh minuman-minuman tertentu seperti teh, kopi, susu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sarapan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah anemia. Sarapan yang sehat dan bergizi seimbang harus tetap menjadi kebiasaan sehari-hari agar kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi dengan baik.

Pola hidup sehat dengan gizi seimbang juga harus diterapkan dengan membatasi konsumsi garam, gula, dan minyak berlebih. Kebiasaan sederhana ini dinilai sangat membantu dalam menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan mencegah berbagai gangguan kesehatan, termasuk anemia.

Untuk pencegahan lebih lanjut, pemerintah telah menyediakan layanan cek kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk remaja putri. Pemeriksaan rutin setidaknya setahun sekali sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan tablet tambah darah yang dianjurkan untuk dikonsumsi seminggu sekali. Konsumsi tablet tambah darah secara rutin dinilai efektif untuk membantu mencegah anemia dan menjaga kadar hemoglobin tetap stabil.

Penulis: Raissa Mutiara Gayatri-RRI Bandung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....