Kemenkes Puji Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer
- 17 Apr 2026 09:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI, dr. Niken Wastu Palupi, memuji langkah progresif Kabupaten Garut yang kerap menjadi percontohan nasional dalam implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP).
"Bagaimana pelaksanaan dari ILP-nya seperti apa, kemudian bagaimana inovasi-inovasi yang sudah dilakukan oleh Garut. Jadi terima kasih Pak Sekda dan jajaran, terima kasih sudah mendukung dan mensupport bagaimana kesehatan ini menjadi prioritas untuk di Kabupaten Garut ini," katanya disela peluncuran program Digitally Enabled District (DED) tahap kedua,di Garut, Jumat, 17 April 2026.
Ia menyoroti beban kerja tenaga kesehatan di lapangan terkait banyaknya aplikasi yang harus diisi. Beliau berharap program DED ini mampu membawa solusi nyata bagi para nakes. "Kita harapkan dengan adanya DED ini menjadi mempermudah teman-teman untuk bisa menginput dan pastinya ini menjadi nanti salah satu evidence dari pimpinan kita untuk mengambil satu kebijakan terutama untuk kesehatan ini," katanya.
CEO SID, Yuni Dwi Setiyawati, mengatakan, Garut terpilih sebagai salah satu dari empat kabupaten di Indonesia yang menjadi lokus pendampingan sejak 2023. Hal ini dikarenakan komitmen pimpinan daerah yang sangat kuat terhadap satu data terintegrasi. "Jadi 2023 sampai hari ini, luar biasa perjalanan bersama bapak ibu di Kabupaten Garut sudah sampai ke tahap fase dua. Jadi fase pertama tugas kami adalah membantu mengenali daerah-daerah di Indonesia ini yang sudah mendapatkan mandat harus ILP gitu ya di level nasional," ungkapnya.
Yuni juga memuji respon baik dari Pemerintah Kabupaten Garut yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan khususnya dalam pendataan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan SID. Berdasarkan riset kecil yang dilakukannya, kehadiran mitra seperti NGO menjadi faktor pendorong utama keberhasilan implementasi ILP di daerah.
"Sekali lagi terima kasih kepada SID salah satu mitra yang ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan, mudah-mudahan nanti kerja sama ini terus berjalan. Tidak hanya selesai sampai tahun 2027 ya, itu kami berharap mudah-mudahan nanti bisa diperpanjang," ujarnya.
DED sendiri merupakan program kolaboratif Summit Institute for Development dengan Pemerintah Kabupaten Garut dengan dukungan Gates Foundation untuk menjadikan Garut sebagai kabupaten percontohan digital health berbasis standar interoperabilitas Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) di layanan primer.
Transformasi layanan primer memerlukan ekosistem data yang interoperabel dan dapat digunakan untuk monitoring serta tindak lanjut. DED membangun sistem end-to-end berbasis FHIR untuk mendukung integrasi dengan Satu sehat, memperkuat kapasitas SDM, dan menyiapkan tata kelola kabupaten untuk perluasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....