Waspadai Campak, Pentingnya Vaksinasi dari Dini

  • 06 Apr 2026 13:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Penyakit campak masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena sifatnya yang sangat mudah menular. Hal ini disampaikan oleh dr. Sri Mulyani, dokter umum, anggota IDI Kabupaten Bandung, sekaligus pengurus Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia Cabang Kabupaten Bandung.

Menurutnya, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan umumnya menyerang saluran pernapasan. Penularannya terjadi melalui percikan atau droplet dari penderita saat batuk maupun bersin.

“Campak itu adalah penyakit menular yang disebabkan virus, biasanya menyerang saluran pernapasan dan penularannya melalui percikan,” ujar dr. Sri Mulyani saat siaran di Pro 1 RRI Bandung sabtu, 4 april 2026. Ia menambahkan bahwa penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi MR atau MMR, meskipun tingkat kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Ia menjelaskan bahwa gejala awal campak sering kali menyerupai penyakit virus lainnya, seperti demam tinggi, pilek, dan batuk. Selain itu, terdapat gejala khas berupa mata merah (konjungtivitis), terasa gatal, berair, dan sensitif terhadap cahaya.

“Biasanya juga muncul bercak putih di dalam mulut, lalu 3 sampai 4 hari kemudian muncul ruam merah dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh,” jelasnya. Ruam ini kerap disalahartikan sebagai alergi, padahal memiliki karakteristik yang berbeda.

Lebih lanjut, dr. Sri Mulyani mengingatkan bahwa komplikasi campak bisa sangat berbahaya. “Komplikasi yang paling ditakutkan itu bisa menyebabkan pneumonia, diare, bahkan menyerang paru-paru, terutama pada anak-anak,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan utama. Vaksin campak diberikan sejak usia 9 hingga 18 bulan, kemudian diulang pada usia 5 hingga 7 tahun untuk memperkuat kekebalan tubuh.

Meskipun seseorang pernah terpapar atau sudah divaksin, kemungkinan terinfeksi kembali tetap ada. Namun, tingkat keparahannya biasanya lebih ringan karena tubuh sudah memiliki sistem kekebalan terhadap virus tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....